PAREPARE — Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Parepare mendapat pelatihan praktik penyelenggaraan jenazah dalam kegiatan pembinaan keagamaan, Rabu (23/9/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Masjid At-Taubah Lapas Parepare tersebut dilaksanakan bersama Kementerian Agama Kota Parepare. Materi tidak hanya diberikan dalam bentuk penjelasan, tetapi juga melalui praktik agar WBP memahami tahapan penyelenggaraan jenazah secara langsung.
Pelatihan mengangkat tema “Membentuk Warga Binaan yang Religius, Terampil, dan Berakhlak Mulia melalui Pembinaan Keagamaan”.
Salah satu praktik yang diberikan kepada WBP adalah tata cara mengkafani jenazah. Peserta diperkenalkan dengan tahapan yang perlu dilakukan dalam proses tersebut sesuai dengan ketentuan keagamaan.
Tiga Materi Penyelenggaraan Jenazah
Kementerian Agama Kota Parepare menghadirkan tiga pemateri dengan materi berbeda. Sahbuddin, S.Pd.I., M.Pd. menyampaikan tata cara mengkafani jenazah.
Asdar, S.Pd.I. memberikan materi mengenai tata cara salat jenazah, sedangkan Hamkah, S.Pd.I. menyampaikan tata cara memandikan jenazah.
Pembagian materi tersebut memberikan pemahaman kepada WBP mengenai beberapa tahapan utama dalam penyelenggaraan jenazah, mulai dari memandikan, mengkafani hingga melaksanakan salat jenazah.
Kepala Lapas Kelas IIA Parepare, Marten, Bc.IP., S.H., M.H., melalui Kepala Seksi Pembinaan Narapidana dan Anak Didik (Kasi Binadik), Rustan, S.H., M.H., mengatakan pembinaan keagamaan merupakan bagian penting dalam proses pembinaan WBP.
Selain memberikan pemahaman keagamaan, kegiatan tersebut diarahkan untuk memberikan keterampilan yang dapat bermanfaat bagi WBP ketika kembali ke lingkungan masyarakat.
Salah seorang WBP peserta kegiatan menyambut baik pelatihan tersebut. Ia mengaku memperoleh pengetahuan baru mengenai tata cara memandikan, mengkafani, dan melaksanakan salat jenazah.
Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan pengalaman karena materi yang diterima tidak hanya dipahami secara teori, tetapi juga dipraktikkan secara langsung.
Ia berharap pembinaan keagamaan serupa dapat terus dilaksanakan sebagai bagian dari bekal bagi WBP sebelum kembali ke masyarakat.
Melalui kegiatan tersebut, Lapas Kelas IIA Parepare memperkuat pembinaan kepribadian dan keagamaan bagi WBP. Pelatihan penyelenggaraan jenazah menjadi salah satu bentuk pembekalan pengetahuan dan keterampilan keagamaan selama menjalani masa pembinaan. (*)
