Luwu Utara — Wakil Bupati Kabupaten Luwu Utara, Jumail Mappile, memberikan atensi serius terhadap aktivitas para remaja di dunia maya.
Berdasarkan pemantauannya secara langsung, penggunaan media sosial yang tidak terkontrol, khususnya platform TikTok, kian mengkhawatirkan dan dinilai sangat rentan mengganggu proses belajar serta keselamatan para pelajar.
Hal ini diungkap Wabup Jumail saat memberikan sambutan pada acara Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar Pondok Pesantren (Ponpes) Al Mujahidin DDI Masamba, Senin (21/9/2026).
Dalam sambutannya itu, Jumail menyoroti kebiasaan remaja masa kini yang gemar menghabiskan waktu berjam-jam di depan layar ponsel hanya untuk live TikTok hingga dini hari.
“Kalau mau memantau pergerakan anak-anak kita, apa aktivitasnya, lihat TikTok. Saya kadang-kadang buka TikTok tiap malam, saya lihat gadis remaja kita masih live TikTok tengah malam, tidak ada temanya, hanya bercanda,” ungkap Jumail.
Dikatakannya, ia sengaja aktif memantau platform tersebut bukan untuk mencari kepopuleran, melainkan ingin melihat langsung realitas pergaulan para generasi muda Luwu Utara saat ini.
Berdasarkan pantauannya, banyak remaja laki-laki dan perempuan masih asyik mengobrol tanpa arah di TikTok, mulai membahas soal asmara hingga bergosip yang tidak jelas.
Meski tidak menampik bahwa media sosial memiliki banyak manfaat positif jika digunakan secara bijak, namun ia mengingatkan bahwa dampak negatif atau mudaratnya juga tidak sedikit.
“Remaja kita saat ini sangat mudah berkenalan dengan orang yang sama sekali tidak mereka kenal melalui fitur siaran langsung dan komentar di platform media sosial, seperti TikTok,” ungkapnya.
Hubungan yang bermula dari dunia maya kerap berlanjut pada pertemuan fisik atau kopdar, yang sering kali memicu kekhawatiran dan berisiko menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan.
“Kebiasaan begadang demi bermedia sosial membuat fisik remaja kelelahan dan merusak fokus serta aktivitas belajar mereka di sekolah, sehingga ini tentunya akan berakibat tidak baik bagi kondisi kesehatan dan psikis mereka,” jeasnya mengingatkan.
Melihat fenomena di mana hampir setiap anak kini telah memiliki ponsel pintar dan akun media sosial pribadi, maka Wabup Jumail Mappile dengan tegas mengimbau para orangtua agar tidak abai terhadap fenomena ini.
Pengawasan yang ketat dinilai menjadi benteng pertahanan utama untuk melindungi anak-anak dari ancaman pengaruh buruk dunia digital.
“Tentukan jam-jam tertentu kapan anak harus mematikan ponsel dan beristirahat. Ajak juga anak untuk berdiskusi secara sehat mengenai etika dan batasan dalam menggunakan media sosial,” imbuhnya.
Dan yang tak kalah pentingnya, kata dia, orangtua juga harus mengetahui dengan siapa saja anak berinteraksi di ruang virtual demi mengantisipasi potensi bahaya sejak dini.
"Anak-anak kita ini harus senantiasa dalam bimbingan dan pengawasan kita sebagai orangtuanya. Kalau kita membiarkan mereka tanpa pengawasan, dampak negatifnya akan sangat luar biasa dan berbahaya bagi masa depan mereka,” pungkasnya. (LHr)
