Ada tipe rekan kerja yang kehadirannya hanya sekadar mengisi absensi. Ada pula tipe yang begitu masuk ruangan, atmosfernya seketika berubah menjadi lebih hidup dan bergairah.

Tipe kedua adalah milik Rumiati, atau yang biasa kami sapa Umi. Jauh sebelum kami berada dalam satu kantor yang sama di UPT Pariwisata Luwu Utara, saya sudah mengenalnya.

Namun, kedekatan itu baru terajut sejak saya dimutasi ke UPT Pariwisata pada Juli 2023. Di situlah babak baru perkenalan kami. Saya baru menyadari betapa luar biasanya sosok Umi ini.

Di Kabupaten Luwu Utara, khususnya di lingkup birokrasi pemerintahan, Umi bukan sekadar nama, tetapi juga sebagai sosok perempuan tangguh yang begitu sangat inspiratif. 

 

Betapa luar biasanya sosok perempuan satu ini. Tanpa disadari, dia acapkali memperlihatkan sisi-sisi luar biasa dari seorang perempuan yang hidup jauh dari orangtuanya di kampung.

 

Bertubuh besar, dan juga berjiwa besar. Itulah gambaran hidup seorang Umi yang begitu dikenali rekan-rekannya. Di balik perawakannya itu, ia adalah seorang juru masak yang tangguh. 

Dagangan masakan rumahan ala Umi selalu dijajakan dari pintu ke pintu kantor, serta yang paling penting, dagangannya selalu dinantikan oleh seluruh ASN lingkup Pemda Luwu Utara.

Tak hanya piawai di dapur, Umi juga memiliki energi lain yang seolah tidak pernah habis. Umi juga seorang atlet bola voli yang hingga kini masih aktif bermain, meski sudah tidak rutin.

Jangan tanyakan lagi soal ketegasan, kedisiplinan, serta semangat kerjanya. Ia memiliki suara yang keras yang sanggup membangunkan semangat rekan-rekan kerjanya yang mulai kendur.

Yang helas, Umi adalah definisi kejujuran tanpa filter. Apa adanya, ceplas-ceplos, dan tidak pernah ragu melayangkan protes, jika ia melihat ada kekeliruan, terutama dalam hal kedisiplinan. 

Saya sendiri adalah salah satu orang yang sering kena “sentil” jika semangat kerja mulai menurun. Namun, alih-alih tersinggung, sentilan itu justru menjadi vitamin penyemangat bagi kami.

Tanpa Umi, kantor dipastikan sunyi. Gelak tawa lepas dan keriuhan yang ia ciptakan adalah nyawa UPT Pariwisata. Umi adalah ikon kantor yang membuat suasana kerja terasa lebih ringan.

Sebagai atasannya di UPT Pariwisata, saya pun bersaksi Umi adalah seorang ASN yang memiliki integritas serta tanggung jawab penuh atas setiap amanah yang kami berikan selama ini. 

Tugas sekecil apa pun diemban dengan baik. Bahkan, ia selalu berada di garda terdepan ketika kru UPT melakukan pengawasan lapangan di berbagai Obyek Daya Tarik Wisata (ODTW). 

Disiplinnya tinggi, serta komitmennya terjaga, termasuk ketaatannya untuk selalu meminta izin manakala harus pulang kampung menjumpai orangtuanya yang jauh dari keramaian kota.

Hari ini, ia resmi melangkah ke tempat kerja yang baru. Berdasarkan SK Mutasi yang beredar di grup-grup WhatsApp, ia kini berlabuh di Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Luwu Utara.

Sedih? Tentu saja! Karena kami kehilangan sosok pencair suasana yang membuat hari-hari penuh warna. Kepindahannya meninggalkan buliran rasa yang mengendap pada ruang yang kosong. 

Namun, kami sadar, kita tak boleh menghalangi seseorang untuk mencari tantangan baru. Umi memang harus berkembang dan memperkuat personal branding-nya di panggung yang baru.

Lagi pula, hubungan dengannya tak benar-benar terputus. Bapenda adalah instansi pengelola PAD, sementara UPT Pariwisata di bawah naungan Disporapar adalah entitas pengampu PAD. 

Kami yakini, sinergi itu akan terus terjalin. Selamat bertugas di tempat yang baru, Umi! Keriuhan, dan kerja keras di UPT Pariwisata akan tetap hidup. Sukses selalu untuk langkah barumu! (LHr)