Luwu Utara --- Pemerintah Daerah Kabupaten Luwu Utara terus memperkuat langkah antisipasi terhadap ancaman bencana alam hidrometeorologi, seperti banjir dan tanah longsor yang kerap menghantui wilayah ini.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui percepatan pembangunan infrastruktur pengendali banjir. Salah satunya adalah pengerjaan tanggul permanen di sepanjang Sungai Baliase yang kini progresnya telah menyentuh angka 60 persen.
Proyek strategis ini adalah wujud kolaborasi antara Pemda Luwu Utara dan Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang (BBWSPJ). Keseriusan dalam menuntaskan proyek ini terlihat saat Bupati Andi Abdullah Rahim melakukan peninjauan langsung bersama BBWSPJ di tiga titik fokus, yakni Desa Mario, Desa Polewali, dan Desa Pongo.
Melalui akun Facebook pribadinya, Bupati Andi Abdullah Rahim menuliskan bahwa pengawasan di lapangan akan terus diperketat agar kualitas pekerjaan tetap terjaga dan sesuai dengan target yang telah ditetapkan.
“Sinergi Pemda Luwu Utara dan BBWSPJ dalam pengerjaan tanggul di Desa Mario, Polewali, dan Pongo sudah berada pada angka sesuai target,” ungkap dia.
“Pembangunan fisik terus dipercepat agar warga segera merasakan manfaatnya secara penuh, baik dari segi keamanan maupun dari segi hasil atau manfaat tanggulnya,” tulisnya lagi.
Dengan berdirinya struktur tanggul yang kini mulai tampak kokoh di sepanjang Sungai Baliase, pemerintah daerah berharap masyarakat setempat dapat segera merasakan perlindungan yang lebih baik dari ancaman luapan sungai.
Percepatan fisik ini tak hanya diarahkan untuk memberikan rasa aman jangka panjang bagi warga, tetapi juga diharapkan mampu mendukung produktivitas dan kesejahteraan masyarakat di sekitar bantaran sungai. (LHr)
