PINRANG, WartaMadani — Kepala MI DDI Kaloang, Ramli, S.Pd.I., M.Pd.I., melaksanakan Supervisi Perencanaan Pembelajaran terhadap 12 guru di madrasah swasta yang berlokasi di Dusun Kaloang, Desa Lerang, Kecamatan Lanrisang, Kabupaten Pinrang, Selasa (1/9/2026). Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan perencanaan pembelajaran tersusun secara sistematis, terarah, dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik.
Supervisi menjadi bagian dari upaya madrasah meningkatkan kualitas perencanaan sebelum pembelajaran berlangsung. Melalui kegiatan tersebut, guru mendapat ruang untuk memeriksa kembali perangkat yang telah disusun sekaligus menyempurnakan bagian yang masih perlu diperbaiki.
Aspek Perencanaan Pembelajaran Diperiksa
Dalam supervisi tersebut, Ramli memeriksa sejumlah aspek dalam perencanaan pembelajaran yang disiapkan guru. Pemeriksaan meliputi tujuan pembelajaran, langkah-langkah pembelajaran, metode atau strategi, media dan sumber belajar, asesmen, kesesuaian dengan kurikulum, serta keterkaitannya dengan kebutuhan dan karakteristik peserta didik.
Pemeriksaan tidak hanya dilakukan terhadap kelengkapan perangkat. Prosesnya juga diisi dengan diskusi, pemberian masukan, dan pendampingan agar perencanaan yang disusun guru semakin baik serta aplikatif dalam pelaksanaan di kelas.
Melalui proses tersebut, guru dapat melihat kembali keterkaitan antara tujuan pembelajaran, kegiatan yang dirancang, strategi yang digunakan, media dan sumber belajar, hingga asesmen yang akan diterapkan kepada peserta didik.
Supervisi Jadi Ruang Evaluasi dan Pendampingan
Hasil supervisi menjadi bahan evaluasi bagi guru untuk memperbaiki dan menyempurnakan perencanaan pembelajaran. Bagian yang masih membutuhkan penyesuaian dapat diperbaiki sebelum perangkat tersebut diterapkan dalam proses pembelajaran.
Di antara guru yang mengikuti supervisi tersebut adalah Al Mukarramah, S.Pd., guru Al-Qur’an Hadis kelas 1–6, dan Nuzulul Haq, guru Bahasa Arab kelas 1–6.
Keduanya mengikuti proses pemeriksaan perangkat dan diskusi bersama kepala madrasah terkait perencanaan pembelajaran yang telah disiapkan.
Ramli mengatakan supervisi dilakukan untuk memastikan guru memiliki persiapan yang matang sebelum melaksanakan pembelajaran.
“Supervisi perencanaan pembelajaran ini kami lakukan untuk memastikan guru memiliki persiapan yang matang sebelum melaksanakan pembelajaran. Kami ingin perencanaan yang disusun tidak hanya lengkap secara administrasi, tetapi juga benar-benar dapat diterapkan dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik,” ujar Ramli.
Perencanaan Harus Aplikatif di Kelas
Menurut Ramli, perencanaan yang baik tidak berhenti sebagai dokumen administrasi. Perangkat yang disusun guru harus dapat menjadi acuan dalam pelaksanaan pembelajaran dan membantu mengarahkan proses belajar sesuai tujuan yang telah ditetapkan.
Salah seorang guru yang mengikuti supervisi menilai kegiatan tersebut memberikan kesempatan untuk meninjau kembali perencanaan yang telah dibuat.
“Supervisi ini membantu kami melihat kembali perencanaan yang telah disusun. Masukan yang diberikan menjadi bahan untuk memperbaiki dan menyempurnakan perangkat pembelajaran agar lebih sesuai dengan pelaksanaan di kelas,” ungkapnya.
Melalui Supervisi Perencanaan Pembelajaran, MI DDI Kaloang terus mendorong peningkatan kesiapan guru dalam merancang proses pembelajaran. Hasil pemeriksaan, diskusi, dan pendampingan menjadi dasar penyempurnaan perencanaan agar lebih sistematis, terarah, dan siap diterapkan dalam pembelajaran di kelas.
