Luwu Utara --- Ajang Jambore On The Air (JOTA) dan Jambore On The Internet (JOTI) 2026 yang dihelat di Lapangan Taman Siswa, Masamba, baru saja usai dengan torehan kesuksesan luar biasa.
Kemeriahan dan kelancaran kegiatan ini tentu tidak terlepas dari kerja keras dan kerja cerdas para panitia penyelenggara dari Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kabupaten Luwu Utara.
Namun, di balik layar kesuksesan dan kemeriahan tersebut, ada satu entitas vital yang memegang kunci sukses teknis acara ini, yaitu Organisasi Amatir Radio Indonesia (ORARI) Lokal Luwu Utara.
Selama tiga hari penuh pelaksanaan kegiatan JOTA-JOTI 2026, ORARI Lokal Luwu Utara tentunya hadir membersamai para peserta dengan penuh antusias dengan harapan agar JOTA-JOTI sukses.
Mereka tidak hanya sekadar hadir, tetapi juga menjadi motor penggerak edukasi teknis bagi para anggota Pramuka Luwu Utara di Ajang JOTA-JOTI 2026 yang diikuti tidak kurang dari 400 peserta.
Kontribusi penting yang dihadirkan ORARI Lokal Luwu Utara tak hanya sebatas sebagai pelengkap kegiatan semata, tetapi juga menjalar sampai kepada hal-hal teknis yang menjadi domain ORARI.
Hal itu tercermin dari penyediaan akses dan perangkat teknis yang disiapkan ORARI Lokal Luwu Utara, seperti memfasilitasi penyediaan perangkat radio amatir dan stasiun pancar berkualitas.
ORARI juga berperan penting menyiapkan perizinan dan frekuensi, seperti pendampingan terkait izin penggunaan frekuensi dan tanda panggil stasiun agar komunikasi berjalan legal dan tertib.
ORARI juga memberikan edukasi vital melalui pembimbingan dalam memahami sejarah teknologi radio, dasar-dasar komunikasi radio amatir, serta pentingnya etika bertelekomunikasi di udara.
Yang membuat kegiatan ini makin menarik bagi peserta Pramuka adalah kesempatan emas untuk melakukan praktik langsung di bawah bimbingan para senior ORARI yang sudah berpengalaman.
Peserta diajak mengenal tata cara komunikasi yang baik dan benar, termasuk pengenalan alfabet fonetik NATO, seperti Alfa, Bravo, Charlie, serta cara mengeja call sign stasiun dengan presisi.
Berkat bimbingan ini, peserta tidak hanya sukses berkomunikasi dengan sesama Pramuka dari berbagai daerah di tanah air, tetapi juga menjalin hubungan lintas negara hingga ke luar negeri.
Kolaborasi antara Kwarcab Luwu Utara dan ORARI di Lapangan Taman Siswa ini membuktikan bahwa kolaborasi lintas generasi akhirnya mampu melahirkan pengalaman belajar yang berharga.
Ajang ini bukan sekadar sarana bersenang-senang, melainkan wadah strategis untuk mencetak generasi muda yang cakap teknologi, beretika tinggi, dan siap jadi jembatan komunikasi dunia.
Dengan semangat kepanduan dan gelombang radio yang terus mengudara, maka Kwarcab Luwu Utara sudah siap melebarkan sayapnya sampai ke dunia internasional dan siap mendunia. (LHr)
