MAJENE – Mengedepankan pendekatan humanis dan kedekatan dengan masyarakat, Kapolres Majene AKBP Muhammad Amiruddin, S.I.K., melaksanakan kegiatan Subuh Keliling di Masjid Baitul Wahdaniah, Lingkungan Teppo, Kelurahan Baru, Kabupaten Majene, Sabtu (31/10/2026).

Kegiatan yang diawali dengan salat Subuh berjamaah tersebut dilanjutkan dengan duduk bersama para jamaah. Momen ini dimanfaatkan Kapolres untuk berdialog langsung, mendengarkan berbagai keluhan, pengaduan serta aspirasi masyarakat terkait situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di lingkungan setempat.

Dalam kegiatan tersebut, Kapolres Majene didampingi Kabag SDM, Kasat Samapta, Kanit Bhabinkamtibmas dan personel Bhabinkamtibmas.

Di hadapan jamaah, AKBP Muhammad Amiruddin menyampaikan bahwa Subuh Keliling merupakan salah satu upaya Polres Majene dalam mengimplementasikan program Polisi Bersama Masyarakat, sekaligus membangun komunikasi yang terbuka antara kepolisian dan warga.

"Kami hadir di tengah-tengah masyarakat melalui kegiatan Subuh Keliling ini untuk mempererat silaturahmi sekaligus mendengarkan langsung apa yang menjadi keluhan dan persoalan warga. Kami berharap masyarakat tidak ragu menyampaikan masukan maupun permasalahan yang terjadi di lingkungannya agar dapat segera kami tindak lanjuti," ungkap Kapolres.

Dalam dialog tersebut, sejumlah persoalan menjadi perhatian warga Teppo. Di antaranya aktivitas sejumlah anak muda yang masih nongkrong hingga larut malam dan dinilai mengganggu waktu istirahat masyarakat.

Warga juga menyoroti kawasan lapangan tembak TNI yang kerap dijadikan tempat berkumpul anak muda pada malam hari. Kondisi tersebut dikhawatirkan dapat dimanfaatkan untuk aktivitas yang tidak semestinya sehingga perlu mendapat perhatian bersama.

Selain itu, masyarakat meminta kepolisian meningkatkan pengawasan terhadap pelanggaran lalu lintas, termasuk pengendara yang tidak mematuhi aturan. Keluhan lainnya menyangkut truk pengangkut material timbunan dan pasir yang melintas tanpa penutup muatan, sehingga berpotensi mengganggu kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan.

Tak kalah penting, warga turut mengeluhkan penggunaan knalpot brong atau racing yang menimbulkan kebisingan dan mengganggu pelaksanaan kegiatan keagamaan maupun ketenangan masyarakat.

Seluruh aspirasi tersebut diterima langsung oleh Kapolres Majene untuk menjadi bahan evaluasi dan ditindaklanjuti melalui langkah-langkah kepolisian sesuai kewenangan.

Melalui kegiatan Subuh Keliling ini, Polres Majene berharap terbangun sinergi yang semakin kuat dengan masyarakat. Sebab, menjaga keamanan bukan hanya menjadi tanggung jawab kepolisian, melainkan membutuhkan kepedulian dan peran aktif seluruh elemen masyarakat.

Dengan komunikasi yang terjalin secara langsung, berbagai potensi gangguan kamtibmas diharapkan dapat dideteksi lebih dini dan diselesaikan bersama demi terciptanya lingkungan yang aman, nyaman dan kondusif. (*)