MAJENE – Aktivitas pelayaran di wilayah perairan Kabupaten Majene terus mendapat perhatian dari jajaran Kepolisian Resor Majene. Satuan Polisi Perairan (Sat Polair) Polres Majene kembali memperkuat pengamanan saat KM Sabuk Nusantara 93 Perintis tiba dan melaksanakan aktivitas bongkar muat di Pelabuhan Palipi, Kecamatan Sendana, Kabupaten Majene, Kamis (27/8/2026).

Kapal yang bertolak dari Kotabaru, Provinsi Kalimantan Selatan tersebut menjadi salah satu moda transportasi penting bagi masyarakat yang menggunakan jalur laut. Kehadiran personel Sat Polair di kawasan pelabuhan ditujukan untuk memastikan seluruh rangkaian aktivitas berjalan aman, tertib dan lancar.

Pengamanan dilakukan dengan memantau aktivitas penumpang saat turun maupun naik ke kapal. Personel juga berkoordinasi dengan pihak terkait untuk melakukan pemeriksaan serta pengawasan terhadap penumpang dan barang bawaan guna mengantisipasi masuknya barang berbahaya maupun potensi gangguan keamanan lainnya.

Langkah tersebut menjadi bagian dari kegiatan rutin Sat Polair Polres Majene dalam menjaga keamanan di sejumlah pelabuhan dan dermaga yang berada di wilayah hukum Polres Majene. Selain menciptakan situasi kondusif, kehadiran polisi di tengah aktivitas masyarakat juga menjadi bentuk pelayanan dan perlindungan kepada para pengguna jasa transportasi laut.

Kasat Polair Polres Majene IPTU Armin mengatakan, pengamanan dilakukan sebagai bentuk komitmen kepolisian dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat yang menggunakan transportasi laut.

“Kami ingin memastikan seluruh aktivitas di pelabuhan berjalan aman dan tertib. Kehadiran personel di lapangan juga untuk memberikan rasa nyaman kepada penumpang sekaligus mengantisipasi berbagai potensi gangguan keamanan,” ujar IPTU Armin.

Dalam pelayaran tersebut, KM Sabuk Nusantara 93 tercatat mengangkut 144 penumpang, yang terdiri dari 128 orang dewasa, 12 anak-anak dan 4 bayi.

Menurut IPTU Armin, pengawasan akan terus dilakukan selama kapal berada di wilayah perairan Majene. Sinergi dengan pihak pelabuhan dan instansi terkait juga terus diperkuat guna memastikan setiap aktivitas pelayaran berlangsung sesuai ketentuan.

“Keamanan masyarakat merupakan prioritas. Kami akan terus hadir dan melakukan pengawasan, khususnya pada setiap aktivitas kapal penumpang di wilayah perairan Kabupaten Majene,” pungkasnya. (*)