PAREPARE – Pengurus baru Perkumpulan Olahraga Domino Indonesia (PORDI) Kota Parepare memprioritaskan penataan organisasi dan administrasi keanggotaan sebagai langkah awal kepengurusan periode 2026–2030.
Saat ini, sedikitnya 42 gardu domino tercatat di Kota Parepare. Namun, masih terdapat sejumlah gardu yang belum melakukan registrasi ulang.
Hal tersebut disampaikan Ketua PORDI Kota Parepare Husain Muhammad Saud dalam kegiatan pelantikan dan pengukuhan pengurus PORDI Parepare di Lagota Cafe and Resto, Minggu (18/10/2026).
Menurut Husain, tertib administrasi diperlukan agar aktivitas organisasi dan penyelenggaraan turnamen dapat berjalan lebih terstruktur serta memiliki pertanggungjawaban yang jelas.
“Dengan terbentuknya kepengurusan baru ini, mudah-mudahan setiap turnamen yang diadakan teman-teman gardu, baik skala lokal maupun skala besar se-Sulawesi Selatan, sudah bisa kita fasilitasi dan pertanggungjawabkan,” ujar Husain.
Turnamen Antargardu Jadi Langkah Awal
Sebagai langkah awal, PORDI Parepare akan memprioritaskan penyelenggaraan turnamen internal antargardu se-Kota Parepare.
Turnamen tersebut diharapkan tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi sarana mempererat silaturahmi, menguji kesiapan organisasi, serta meningkatkan kualitas permainan dan sportivitas para peserta.
Keberhasilan turnamen tingkat kota nantinya dapat menjadi salah satu tolok ukur kesiapan PORDI Parepare untuk menyelenggarakan kejuaraan berskala regional, termasuk peluang menjadi tuan rumah seri kejuaraan domino berikutnya.
Husain berharap kepengurusan baru dapat segera menjalankan program kerja secara optimal dengan dukungan pemerintah daerah dan Pengurus Provinsi PORDI Sulawesi Selatan.
Domino sebagai Ruang Silaturahmi
Ketua PORDI Sulawesi Selatan Dr. Ilham Arief Sirajuddin menekankan pentingnya penguatan kelembagaan dan penanaman nilai sportivitas dalam setiap kegiatan domino.
Menurutnya, domino memiliki keunikan karena mampu mempertemukan berbagai lapisan masyarakat tanpa memandang latar belakang. Karena itu, turnamen tidak semata-mata berorientasi pada kemenangan, tetapi juga menjadi ruang untuk mempererat hubungan sosial.
“Tujuan utama dari setiap turnamen yang kita lakukan adalah membangun silaturahmi. Bukan semata-mata mencari prestasi atau karena menang, tetapi membangun silaturahmi yang erat,” ujarnya.
Ilham juga menyampaikan rencana pelaksanaan Seri VII Domino PB di Kota Makassar pada 20–22 November 2026. Kegiatan tersebut ditargetkan menghadirkan ribuan peserta sekaligus membuka peluang bagi pelaku UMKM lokal untuk terlibat dalam menggerakkan perekonomian masyarakat.
Ia berharap kepengurusan PORDI di tingkat kabupaten dan kota terus menjaga soliditas, meningkatkan profesionalisme, serta membangun sinergi dengan aparat kepolisian agar kegiatan berlangsung aman dan tertib.
Dukungan terhadap pengembangan olahraga domino juga disampaikan Pemerintah Kota Parepare. Dalam sambutan Wali Kota Parepare Tasming Hamid yang dibacakan Kepala Kesbangpol Kota Parepare Abdul Waris Muhiddin, pemerintah daerah menyatakan komitmennya mendukung pembinaan atlet dan fasilitasi kegiatan sesuai kewenangan serta ketentuan yang berlaku.
Abdul Waris berharap kepengurusan PORDI Parepare yang baru dapat menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab, dedikasi, dan semangat kebersamaan.
Menurutnya, olahraga domino tidak hanya menjadi sarana rekreasi dan silaturahmi, tetapi juga dapat melatih konsentrasi, strategi, kedisiplinan, dan sportivitas.
“Jadikan pelantikan ini sebagai awal kerja nyata untuk memperkuat organisasi, memperluas partisipasi masyarakat, dan melahirkan prestasi yang mengharumkan nama Kota Parepare,” ucapnya.
Dengan penguatan organisasi, pembinaan atlet, dan agenda turnamen yang terencana, PORDI Parepare diharapkan mampu mengembangkan olahraga domino secara lebih profesional sekaligus memperluas partisipasi masyarakat. (*)
