PAREPARE — Polsek Kawasan Pelabuhan Nusantara (KPN) Polres Parepare memastikan persoalan dampak aktivitas bongkar muat terhadap warga sekitar menjadi perhatian kepolisian. Hal itu mengemuka dalam kegiatan Jumat Curhat bersama masyarakat di Jalan Pelabuhan, RT 002/RW 009, Kelurahan Ujung Sabbang, Kecamatan Ujung, Kota Parepare, Jumat (4/9/2026).
Kegiatan yang dipimpin Kanit Samapta Polsek KPN IPDA Harjuna tersebut menjadi ruang dialog antara kepolisian dan sekitar 20 warga. Pertemuan berlangsung mulai pukul 08.30 hingga 09.30 WITA.
Salah satu persoalan yang disampaikan warga berkaitan dengan debu yang muncul dari aktivitas kendaraan dan bongkar muat di kawasan pelabuhan.
Musdiana, warga RT 002, meminta adanya penyiraman jalan sebelum aktivitas bongkar muat berlangsung untuk mengurangi debu dan polusi udara yang dirasakan warga di sekitar lokasi.
Polsek KPN Koordinasi dengan Pelindo
Menanggapi keluhan tersebut, IPDA Harjuna mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Pelindo terkait penyiraman jalan di kawasan pelabuhan.
Menurut informasi yang diterima kepolisian, penyiraman tetap dilakukan sebelum kegiatan bongkar muat barang curah maupun kontainer. Polsek KPN selanjutnya akan terus menyampaikan agar penyiraman di kawasan Pelabuhan Cappa Ujung dilakukan secara rutin.
Harjuna menegaskan, persoalan tersebut perlu mendapat perhatian karena berkaitan dengan kondisi warga yang berada di sekitar kawasan aktivitas pelabuhan.
“Kami akan terus kawal ini. Karena ini menyangkut kesehatan warga. Kami tidak ingin aktivitas ekonomi pelabuhan berjalan, tapi warga yang dirugikan,” tegas Harjuna.
Respons tersebut menunjukkan bahwa keluhan warga tidak berhenti pada penyampaian aspirasi, tetapi menjadi persoalan yang akan terus dikomunikasikan kepolisian dengan pihak terkait.
Polisi Perkuat Kehadiran di Tengah Masyarakat
Dalam kegiatan tersebut, Harjuna juga menjelaskan bahwa Jumat Curhat merupakan bagian dari upaya kepolisian mendengar langsung persoalan yang dihadapi masyarakat.
Ia menyampaikan tiga pilar yang menjadi arah kerja Kapolres Parepare AKBP Phunky Mahendra Borniawan, S.I.K., M.H., M.I.K., yakni Polri yang bermoral, berintegritas, dan bermasyarakat.
Polri yang bermoral diwujudkan dengan menjunjung nilai agama, etika, dan moral dalam pelaksanaan tugas. Sementara integritas ditekankan melalui sikap jujur, adil, transparan, dan konsisten terhadap aturan.
Adapun prinsip Polri yang bermasyarakat diarahkan agar personel hadir di tengah warga, membangun komunikasi, dan berupaya memberikan solusi atas persoalan yang ditemukan di lapangan.
Harjuna juga menyampaikan arahan untuk mengaktifkan patroli Blue Light di wilayah hukum Polres Parepare. Patroli tersebut tidak hanya ditujukan untuk menekan potensi kriminalitas, tetapi juga menjadi sarana menyapa dan berkomunikasi dengan masyarakat.
Jumat Curhat Akan Terus Digelar
Kapolsek KPN IPTU Suardi, S.E., mengatakan kegiatan Jumat Curhat akan terus dilaksanakan secara bergilir di wilayah binaan.
Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan arahan pimpinan sekaligus kebutuhan untuk mengetahui persoalan yang dihadapi masyarakat secara langsung.
“Ini perintah pimpinan dan juga kebutuhan masyarakat. Kami akan terus hadir, mendengar, dan melayani. Karena Polri yang baik adalah Polri yang dicintai rakyatnya,” ujar Suardi.
Kegiatan di Ujung Sabbang ditutup dengan foto bersama. Melalui komunikasi langsung tersebut, Polsek KPN menempatkan persoalan warga sebagai bagian dari perhatian dalam pelaksanaan tugas kepolisian di kawasan pelabuhan. (*)
