MAJENE – Personel Polres Majene mengawal aksi damai yang digelar Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) di depan Kantor DPRD Kabupaten Majene dan Kantor Bupati Majene, Rabu (16/9/2026).

Pengamanan dilakukan untuk memastikan seluruh rangkaian penyampaian aspirasi di muka umum berlangsung aman, tertib dan kondusif. Kegiatan tersebut dipimpin langsung Wakapolres Majene Kompol Muh. Akhir Anwar, S.H., bersama sejumlah personel pengamanan.

Dalam aksinya, mahasiswa menyampaikan sejumlah tuntutan yang berkaitan dengan kepentingan publik dan kebijakan pemerintah. Massa antara lain mendesak adanya transparansi dalam regulasi pendistribusian BBM serta menyuarakan penolakan terhadap aktivitas pertambangan di Sulawesi Barat yang dinilai berpotensi berdampak terhadap lingkungan hidup.

Selain itu, mahasiswa meminta langkah pencegahan kebakaran hutan diperkuat, disertai peningkatan penyuluhan dan pendampingan di sektor pertanian. Mereka juga menyuarakan evaluasi terhadap mekanisme pendataan desil serta meminta evaluasi mekanisme program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Aspirasi lainnya menyangkut transparansi anggaran Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes) beserta kejelasan titik koordinatnya. Massa aksi juga mendesak agar Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset segera disahkan.

Wakapolres Majene Kompol Muh. Akhir Anwar, S.H. mengatakan, kehadiran personel kepolisian dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya memastikan masyarakat, termasuk mahasiswa, dapat menyampaikan pendapatnya dengan aman dan tertib.

“Polri hadir untuk memberikan pengamanan sekaligus memastikan penyampaian aspirasi dapat berjalan dengan aman, tertib dan kondusif. Kami menghormati hak setiap warga negara untuk menyampaikan pendapat di muka umum, dengan tetap mengedepankan ketertiban dan keamanan bersama,” ujarnya.

Ia juga mengimbau seluruh peserta aksi agar tetap menjaga situasi selama menyampaikan aspirasi serta mengikuti ketentuan yang berlaku.

Selama kegiatan berlangsung, personel Polres Majene melakukan pengamanan di sejumlah titik, termasuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan menjaga kelancaran aktivitas masyarakat di sekitar lokasi aksi.

Dengan pengamanan yang humanis dan mengedepankan komunikasi, penyampaian aspirasi mahasiswa dapat berlangsung secara tertib hingga seluruh rangkaian kegiatan selesai. (*)