MAJENE – Upaya menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan bebas dari kekerasan terus mendapat perhatian Polsek Banggae Polres Majene. Melalui program “Polisi Peduli Pendidikan”, Kapolsek Banggae IPTU Hasbi hadir sebagai narasumber dalam kegiatan sosialisasi dan penguatan budaya aman dan nyaman bagi siswa-siswi SMKN 5 Majene.

Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Media Center UPTD SMKN 5 Majene, Lingkungan Passarang Selatan, Kelurahan Totoli, Kecamatan Banggae, Kabupaten Majene, Rabu (21/10/2026).

Di hadapan para pelajar, IPTU Hasbi mengangkat tema “Pencegahan dan Perlindungan Korban Tindak Kekerasan terhadap Anak”. Materi yang disampaikan tidak hanya menitikberatkan pada pemahaman hukum, tetapi juga mengajak para siswa untuk mengenali berbagai bentuk kekerasan sekaligus berani mengambil langkah pencegahan.

Dalam pemaparannya, Kapolsek Banggae menjelaskan dasar hukum perlindungan anak sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. Para siswa juga diberikan pemahaman mengenai sejumlah bentuk kekerasan terhadap anak, mulai dari kekerasan fisik, psikis, seksual hingga penelantaran.

IPTU Hasbi menegaskan, sekolah memiliki peran penting dalam membangun lingkungan yang mampu memberikan rasa aman kepada seluruh peserta didik. Karena itu, budaya saling menghormati, kepedulian terhadap sesama serta keberanian untuk melaporkan tindakan kekerasan menjadi bagian penting dalam menciptakan suasana belajar yang sehat.

Selain itu, para siswa diajak bersama-sama menyuarakan Stop Bullying dan Stop Kekerasan Seksual, serta lebih bijak dalam menggunakan media sosial. Menurutnya, perkembangan teknologi harus dimanfaatkan secara positif dan tidak menjadi sarana untuk melakukan penghinaan, intimidasi, penyebaran konten negatif maupun tindakan yang dapat merugikan orang lain.

“Sekolah harus menjadi tempat yang aman untuk belajar, berkembang dan meraih cita-cita. Karena itu, segala bentuk kekerasan, bullying maupun kekerasan seksual harus kita cegah bersama. Jika melihat atau mengalami tindakan yang mengarah pada kekerasan, jangan takut untuk berbicara dan melaporkannya kepada guru, orang tua maupun pihak kepolisian,” tegas IPTU Hasbi.

Ia juga mengingatkan para pelajar agar tidak mudah terpengaruh oleh lingkungan maupun konten negatif di media sosial. Menurutnya, menjaga keamanan dan kenyamanan di lingkungan sekolah bukan hanya menjadi tanggung jawab guru dan pihak kepolisian, tetapi merupakan tanggung jawab bersama seluruh warga sekolah.

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi ruang bagi Polri untuk membangun komunikasi langsung dengan generasi muda. Kehadiran polisi di lingkungan sekolah diharapkan mampu memperkuat hubungan kemitraan sekaligus menanamkan kesadaran hukum sejak dini kepada para pelajar.

Melalui “Polisi Peduli Pendidikan”, Polsek Banggae Polres Majene berkomitmen untuk terus hadir di tengah dunia pendidikan, memberikan edukasi, perlindungan serta membangun kesadaran bersama agar lingkungan sekolah di wilayah hukum Polsek Banggae senantiasa aman, nyaman, kondusif, dan bebas dari segala bentuk kekerasan terhadap anak. (*)