MAJENE – Upaya menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, sehat, dan terbebas dari berbagai pengaruh negatif terus dilakukan Polres Majene. Melalui program Polisi Peduli Pendidikan, Kapolres Majene AKBP Muhammad Amiruddin, S.I.K., M.M. menyambangi SMP Negeri 3 Majene untuk memberikan edukasi kepada para siswa.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolres Majene saat bertindak sebagai Inspektur upacara pada upacara bendera, Senin (2/11/2026), mengajak para pelajar lebih bijak dalam menggunakan media sosial, khususnya dalam menyikapi informasi yang beredar di ruang digital. Ia mengingatkan bahwa tidak semua informasi yang diterima melalui media sosial dapat dipastikan kebenarannya.

“Di era digital hampir semua pelajar menggunakan media sosial. Karena itu, jangan mudah percaya dan jangan sembarangan membagikan informasi yang belum jelas sumber maupun kebenarannya,” ujar AKBP Muhammad Amiruddin.

Menurutnya, penyebaran hoaks tidak hanya dapat menyesatkan masyarakat, tetapi juga berpotensi merugikan orang lain, memicu permusuhan, merusak nama baik seseorang, hingga berujung pada persoalan hukum.

Selain hoaks, Kapolres juga menyoroti maraknya judi online yang menyasar berbagai kalangan, termasuk generasi muda. Para siswa diminta tidak mencoba maupun terlibat dalam aktivitas perjudian melalui platform digital.

“Jauhi aplikasi atau situs yang terindikasi judi online. Jangan sampai hanya karena ingin mendapatkan keuntungan cepat, justru mengalami kerugian dan terjerumus dalam masalah yang lebih besar,” tegasnya.

Kapolres berharap edukasi tersebut dapat membangun kesadaran pelajar untuk lebih cerdas bermedia sosial sekaligus mampu menjaga diri dari pengaruh negatif dunia digital. Menurutnya, generasi muda memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman, positif, dan kondusif. (*)