PAREPARE — Pemadaman listrik bergilir yang terjadi di sejumlah wilayah Kota Parepare dalam beberapa hari terakhir dipastikan bukan disebabkan oleh berkurangnya debit air PAM Tirta Karajae. PLN ULP Mattirotasi menyebut kondisi tersebut terjadi akibat pemeliharaan salah satu infrastruktur kelistrikan di PLTU Jeneponto.

Penjelasan itu disampaikan Manager ULP Mattirotasi, Adryani, dalam pertemuan bersama Wali Kota Parepare Tasming Hamid, para camat, serta Direktur PAM Tirta Karajae di Auditorium BJ Habibie, Rabu (2/9/2026).

Menurut Adryani, pemeliharaan berkala di PLTU Jeneponto berdampak terhadap sistem kelistrikan di sejumlah wilayah Sulawesi Selatan, termasuk Kota Parepare. Untuk menjaga sistem tetap terkendali dan mencegah dampak yang lebih luas, PLN melakukan pengaturan beban melalui pemadaman secara bergilir.

Pemeliharaan Ditargetkan Selesai 5 September

Adryani menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Kota Parepare atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan akibat pemadaman yang telah berlangsung sekitar tiga hari.

“Jadi penyebab dari pemadaman bergilir ini adalah adanya kegiatan pemeliharaan salah satu infrastruktur kelistrikan di PLTU Jeneponto. Kami sedang melakukan kegiatan pemeliharaan berkala. Maka dari itu kami dari Parepare melakukan pengaturan beban dalam rangka menghindari dampak yang lebih meluas,” jelas Adryani.

Ia menyebut pekerjaan pemeliharaan tersebut diperkirakan berlangsung hingga 5 September 2026. Meski demikian, PLN berupaya mempercepat pekerjaan agar kondisi kelistrikan dapat kembali normal sebelum batas waktu tersebut.

“Estimasi pekerjaan pemeliharaan ini berlangsung sekitar sampai tanggal 5 September nanti, namun kami upayakan tim kami berusaha maksimal bisa selesai lebih cepat. Jadi kami harap dukungan, doa dari masyarakat,” ujarnya.

PLN Luruskan Isu soal PAM

Dalam kesempatan tersebut, Adryani sekaligus meluruskan informasi yang menyebut pemadaman listrik terjadi akibat kurangnya debit air di PAM Tirta Karajae.

“Jadi tidak benar isu-isu diakibatkan oleh kurangnya debit air di PAM Tirta Karajae. Tapi ini murni karena adanya pemeliharaan infrastruktur di PLTU Jeneponto,” tegasnya.

Sementara itu, Wali Kota Parepare Tasming Hamid mengatakan pemerintah daerah telah berkoordinasi dengan PLN ULP Mattirotasi untuk mendapatkan penjelasan mengenai kondisi kelistrikan yang dirasakan masyarakat.

Tasming berharap masyarakat tetap tenang dan menjalankan aktivitas seperti biasa sembari pemerintah daerah berkoordinasi dengan PLN agar persoalan tersebut dapat segera diselesaikan.

“Kita sudah dengar tadi dari pihak PLN bahwa secepatnya pemadaman bergilir ini segera terselesaikan. Kita tentu berharap kepada masyarakat agar tetap tenang menyikapi kondisi ini dan menjalankan aktivitas seperti biasanya,” kata Tasming.

Ia juga meminta PLN mengambil langkah konkret untuk mempercepat penanganan sehingga kondisi kelistrikan di Kota Parepare dapat kembali normal.

Pertemuan tersebut menjadi ruang koordinasi antara pemerintah daerah, PLN, para camat, dan pengelola PAM Tirta Karajae untuk memastikan informasi mengenai penyebab pemadaman tersampaikan secara jelas kepada masyarakat. (*)