PINRANG — Plastik bekas pembungkus kursi yang sebelumnya tidak terpakai dimanfaatkan menjadi sampul pelindung buku di Perpustakaan MA Biharul Ulum Ma’arif Suppa, Selasa (8/9/2026). Inisiatif tersebut dilakukan Kepala Perpustakaan Fitriah, S.Pd., bersama Anitah, S.Pd., dan Meliani, S.Ag.

Pemanfaatan tersebut menjadi langkah sederhana untuk mengurangi limbah plastik sekaligus menjaga koleksi perpustakaan agar tetap bersih dan lebih awet. Plastik pembungkus kursi dipilih karena memiliki tekstur cukup tebal dan bening sehingga dapat digunakan untuk melindungi bagian sampul buku.

Barang Bekas, Manfaat Baru

Alih-alih dibuang, plastik tersebut dipotong menyesuaikan ukuran masing-masing buku. Selanjutnya, plastik disesuaikan agar dapat menutupi seluruh bagian sampul dan memberikan perlindungan tambahan pada koleksi perpustakaan.

Proses pengerjaan dilakukan secara teliti di ruang perpustakaan. Selain mengurangi timbulan sampah plastik di lingkungan madrasah, pemanfaatan tersebut juga membantu menekan kebutuhan pembelian sampul buku baru.

Dengan adanya pelindung tambahan, koleksi buku diharapkan lebih terlindungi dari kotoran, air, maupun kerusakan sehingga dapat digunakan dalam waktu lebih lama oleh warga madrasah.

“Pemanfaatan plastik bekas ini merupakan langkah sederhana untuk menjaga kebersihan dan keawetan koleksi buku. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat menumbuhkan kepedulian warga madrasah terhadap lingkungan,” ujar Fitriah, S.Pd., Kepala Perpustakaan MA Biharul Ulum Ma’arif.

Apresiasi Kepala Madrasah

Kepala MA Biharul Ulum Ma’arif, Arifuddin, S.Pd., M.Pd., mengapresiasi inisiatif yang dilakukan di perpustakaan tersebut.

Menurutnya, pemanfaatan barang bekas di lingkungan madrasah tidak hanya membantu mengurangi sampah, tetapi juga menanamkan nilai kreativitas, kepedulian, dan tanggung jawab kepada seluruh warga madrasah.

“Kami mengapresiasi inisiatif yang dilakukan di perpustakaan. Kegiatan sederhana seperti ini memiliki nilai edukatif karena mengajarkan pentingnya menjaga lingkungan sekaligus merawat fasilitas madrasah. Semoga semangat memanfaatkan barang yang masih layak pakai dapat terus dikembangkan dalam berbagai kegiatan,” ujar Arifuddin.

Menumbuhkan Kepedulian Lingkungan

Pemanfaatan plastik bekas tersebut menunjukkan bahwa barang yang tidak lagi digunakan masih dapat memberikan manfaat apabila dimanfaatkan secara kreatif.

Kegiatan ini sekaligus menjadi contoh penerapan kebiasaan hemat dan peduli lingkungan dalam keseharian di madrasah. Upaya sederhana tersebut diharapkan mendorong warga MA Biharul Ulum Ma’arif untuk lebih bijak menggunakan barang serta membiasakan diri memilah dan memanfaatkan kembali benda yang masih layak pakai.