PALOPO, WartaMadani — Perusahaan Umum Air Minum Daerah Tirta Mangkaluku (PERUMDA-TM) Palopo menargetkan tingkat Non-Revenue Water (NRW) atau kehilangan air dapat ditekan di bawah 36 persen pada tahun ini.

Untuk mencapai target tersebut, PERUMDA-TM membentuk divisi khusus NRW yang menangani pemantauan tingkat kehilangan air dalam sistem distribusi hingga ke pelanggan.

Direktur PERUMDA-TM Palopo Steven Hamdani mengatakan pembentukan divisi tersebut menjadi langkah untuk membuat penanganan NRW lebih terarah dan berkelanjutan.

“Asisten Manajer dan Supervisor NRW yang terbentuk, akan memudahkan cara kerja PERUMDA-TM melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap tingkat kehilangan air, sebab penanganan NRW tidak bersifat sementara, tetapi dilakukan secara terstruktur dan berkesinambungan,” ujar Steven saat ditemui awak media di salah satu kafe, Sabtu (19/9/2026).

Divisi Khusus Awasi Kehilangan Air

Menurut Steven, pengawasan terhadap NRW menjadi salah satu aspek penting dalam pengelolaan perusahaan air minum daerah. Melalui divisi khusus tersebut, pemantauan terhadap tingkat kehilangan air dapat dilakukan secara lebih spesifik dan berkala.

Ia menyebut kehilangan air dapat disebabkan sejumlah faktor dalam sistem distribusi, di antaranya kebocoran jaringan pipa, sambungan ilegal, dan pemakaian air ilegal.

“Kehilangan air bisa disebabkan beberapa faktor dalam sistem distribusi air, seperti jaringan pipa bocor, sambungan ilegal, dan pemakaian air ilegal. Untuk menekan kebocoran itu maka diperlukan pemantauan secara spesifik dan berkala,” kata Steven.

Dengan pembentukan divisi khusus NRW, PERUMDA-TM Palopo menargetkan penurunan tingkat kehilangan air hingga berada di bawah 36 persen pada tahun ini. (MDT)