MAKASSAR – Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi menambah pasokan LPG subsidi 3 kilogram hingga 34 persen di empat kabupaten di Sulawesi Selatan sebagai langkah mengantisipasi meningkatnya kebutuhan masyarakat pada musim kemarau.

Extra dropping yang mulai dilakukan pada Jumat (31/7/2026) menyasar Kabupaten Bone, Sidenreng Rappang (Sidrap), Soppeng, dan Wajo. Selain penambahan pasokan, Pertamina juga akan melakukan monitoring intensif selama satu minggu untuk memastikan distribusi berjalan lancar dan tepat sasaran.

Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, peningkatan kebutuhan LPG 3 kg dipengaruhi meningkatnya aktivitas sektor pertanian pada musim kemarau yang berdampak pada bertambahnya kebutuhan energi di sejumlah wilayah.

Sales Branch Manager VI Gas Sulselbar Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Wahyu Purwatmo Budi Utomo, mengatakan Kabupaten Bone menjadi salah satu daerah yang mengalami peningkatan kebutuhan LPG subsidi.

«"Berdasarkan pemantauan kami, kebutuhan LPG 3 kg di Kabupaten Bone mengalami peningkatan seiring meningkatnya aktivitas sektor pertanian. Untuk menjaga ketersediaan stok bagi masyarakat yang berhak, hari ini Pertamina telah melakukan extra dropping sebesar 34 persen dari rerata penyaluran harian di Kabupaten Bone. Kami juga akan terus melakukan monitoring bersama agen dan pangkalan selama satu minggu ke depan agar tambahan pasokan tersebut tersalurkan secara optimal dan tepat sasaran," ujarnya.»

Sementara itu, Sales Branch Manager VII Gas Sulselbar Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Mulian Pratama, menjelaskan penambahan pasokan juga dilakukan di Kabupaten Sidrap, Soppeng, dan Wajo berdasarkan hasil monitoring kebutuhan di lapangan.

«"Pertamina hari ini telah melaksanakan extra dropping LPG 3 kg di wilayah Sidrap, Soppeng, dan Wajo sebagai upaya memperkuat ketersediaan stok di wilayah yang mengalami peningkatan kebutuhan. Kami juga akan memastikan distribusi tambahan pasokan berjalan lancar, kebutuhan masyarakat yang berhak terpenuhi, serta kondisi stok di lapangan tetap terjaga," katanya.»

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, mengimbau masyarakat agar tidak melakukan panic buying dan membeli LPG subsidi melalui pangkalan resmi sehingga memperoleh harga sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.

Lilik juga mengingatkan bahwa LPG 3 kg merupakan barang bersubsidi yang hanya diperuntukkan bagi masyarakat yang berhak sesuai ketentuan pemerintah. Pertamina mengajak masyarakat menggunakan LPG subsidi secara bijak dan sesuai peruntukannya agar ketersediaannya tetap terjaga.

Pertamina menyatakan akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, Hiswana Migas, agen, dan pangkalan resmi guna memastikan penyaluran LPG 3 kg tetap berjalan optimal. Masyarakat yang membutuhkan informasi atau ingin menyampaikan pengaduan terkait layanan LPG subsidi dapat menghubungi Pertamina Customer Solution (PCS) 135. (***)