MAKASSAR — Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi telah memblokir 4.767 QR Code Subsidi Tepat sepanjang Januari hingga 4 September 2026. Pemblokiran dilakukan terhadap QR Code yang terindikasi melakukan pengisian berulang atau pola transaksi yang tidak wajar.

Langkah tersebut menjadi bagian dari pengawasan penyaluran BBM Subsidi agar tetap sesuai ketentuan dan tepat sasaran. Pengawasan juga diperkuat melalui monitoring langsung bersama tim gabungan di sejumlah SPBU, termasuk SPBU Pettarani, Kota Makassar, Jumat (4/9).

Monitoring tersebut merupakan tindak lanjut hasil rapat koordinasi lintas sektoral Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam rangka mengurai antrean di sejumlah SPBU sekaligus memastikan penyaluran BBM Subsidi berjalan sesuai ketentuan.

Tim gabungan yang terlibat terdiri dari Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Satpol PP, Polda Sulsel, dan Dinas ESDM. Pemantauan dilakukan secara langsung di area SPBU, termasuk pengecekan transaksi pembelian BBM Subsidi menggunakan QR Code Subsidi Tepat.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, mengatakan monitoring dilakukan untuk memastikan BBM Subsidi diterima masyarakat yang berhak sekaligus mencegah pola pengisian yang tidak sesuai ketentuan.

“Monitoring ini kami lakukan bersama dengan stakeholder terkait untuk memastikan penyaluran BBM Subsidi berjalan sesuai ketentuan dan tepat sasaran. Kami juga melakukan pengecekan terhadap transaksi menggunakan QR Code untuk melihat pola pembelian dan mengidentifikasi apabila terdapat pengisian yang berulang atau tidak wajar,” ujar Lilik.

Transaksi Dipantau Melalui QR Code

Dalam pelaksanaannya, petugas melakukan pemindaian QR Code BBM Subsidi milik pelanggan. Data transaksi tersebut dapat digunakan untuk melihat riwayat pembelian sehingga pola transaksi yang tidak sesuai dapat diidentifikasi dan ditindaklanjuti sesuai mekanisme yang berlaku.

Lilik mengatakan pengawasan terhadap penyaluran BBM Subsidi dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan berbagai pihak, khususnya dalam merespons dinamika kebutuhan masyarakat di lapangan.

“Kami terus memperkuat pengawasan, baik melalui sistem maupun pemantauan langsung di lapangan. Apabila ditemukan adanya indikasi transaksi yang tidak sesuai, tentunya akan kami lakukan pengecekan dan tindak lanjut sesuai ketentuan. Upaya ini kami lakukan agar BBM Subsidi dapat benar-benar dimanfaatkan oleh masyarakat yang berhak,” jelas Lilik.

Terkait pemblokiran QR Code, Lilik menjelaskan langkah tersebut dilakukan berdasarkan hasil identifikasi terhadap pola transaksi yang terindikasi tidak wajar.

“Pemblokiran QR Code dilakukan berdasarkan hasil identifikasi terhadap pola transaksi yang terindikasi tidak wajar. Langkah ini merupakan bagian dari pengawasan untuk menjaga agar penyaluran BBM Subsidi tetap sesuai peruntukannya,” tambah Lilik.

Pengawasan Melibatkan Lintas Sektor

Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dan pemangku kepentingan terkait dalam melakukan monitoring serta evaluasi penyaluran BBM Subsidi di wilayah Sulawesi Selatan.

Masyarakat diimbau melakukan pembelian BBM sesuai kebutuhan dan ketentuan yang berlaku. Apabila menemukan kendala maupun informasi terkait penyaluran BBM Subsidi, masyarakat dapat menyampaikannya melalui Pertamina Customer Solution (PCS) 135 untuk dilakukan verifikasi dan tindak lanjut sesuai mekanisme yang berlaku. (*)