PAREPARE — Pemerintah Kota Parepare meluncurkan program penghijauan dengan target menanam 5.000 pohon di sepanjang jalur hijau dan sejumlah ruang publik kota. Gerakan ini dimaksudkan untuk menambah tutupan vegetasi, menekan polusi udara, serta memperbanyak ruang teduh bagi warga di tengah kepadatan aktivitas perkotaan.

Penanaman dilakukan bertahap di median jalan, bahu jalan, area sekolah, kantor pemerintah, hingga taman kota. Pemkot menggandeng organisasi perangkat daerah, kelompok masyarakat, pelajar, serta komunitas peduli lingkungan agar program tidak berhenti pada seremoni penanaman, melainkan berlanjut hingga tahap perawatan.

Jenis pohon yang ditanam dipilih dengan mempertimbangkan fungsi dan kondisi kota pesisir. Pohon peneduh berdaun lebar yang mampu menyaring debu dan polutan menjadi salah satu pilihan utama, di samping tanaman yang tahan terhadap cuaca panas dan angin laut. Pemilihan jenis ini diharapkan membuat jalur hijau lebih efektif sebagai penyaring udara sekaligus peneduh jalan.

Lebih dari Sekadar Menanam

Pemkot menekankan bahwa keberhasilan program tidak diukur dari jumlah bibit yang ditancapkan, melainkan dari seberapa banyak pohon yang benar-benar tumbuh dan bertahan. Karena itu, setiap bibit direncanakan memiliki penanggung jawab perawatan, baik dari instansi, sekolah, maupun warga di sekitar lokasi penanaman.

Program ini juga dipadukan dengan upaya menambah ruang terbuka hijau kota yang selama ini dinilai masih perlu diperluas. Selain di jalur jalan, penghijauan menyasar lahan kosong milik pemerintah serta kawasan yang rawan panas dan minim peneduh, agar manfaatnya merata ke berbagai sudut kota.

"Menanam itu langkah awal yang mudah, yang sulit justru merawat sampai pohonnya besar. Kami mengajak warga ikut menjaga, karena pohon yang tumbuh di depan rumah pada akhirnya yang akan menikmati adalah warga sendiri," ujar seorang pejabat di lingkungan Dinas Lingkungan Hidup Kota Parepare.

Sejumlah warga menyambut baik program tersebut. Mereka menilai tambahan pohon peneduh akan membuat jalan lebih nyaman dilalui, terutama pada siang hari ketika suhu udara meningkat. Namun ada pula yang mengingatkan agar penanaman tidak mengganggu kabel utilitas, saluran air, maupun jarak pandang di persimpangan.

Menanti Hasil Jangka Panjang

Manfaat penghijauan diakui baru akan terasa penuh dalam beberapa tahun ke depan, seiring pohon tumbuh dan rimbun. Dalam jangka pendek, Pemkot berharap gerakan ini membangun kebiasaan warga untuk peduli pada lingkungan kota dan ikut menjaga ruang hijau bersama.

Pemkot Parepare menyatakan akan memantau perkembangan bibit yang sudah ditanam dan melakukan penyulaman bagi pohon yang mati. Program penghijauan ini direncanakan tidak berhenti pada angka 5.000, melainkan menjadi gerakan berkelanjutan untuk menjadikan Parepare kota pesisir yang lebih hijau, sejuk, dan layak huni bagi generasi mendatang.