PAREPARE — Pemerintah Kota Parepare resmi memulai rangkaian Sensus Ekonomi 2026 di tingkat kota melalui pencanangan dan komitmen bersama yang dipimpin Wali Kota Tasming Hamid pada Selasa, 9 Juni 2026. Kegiatan ini diposisikan sebagai instrumen strategis untuk memetakan kondisi perekonomian daerah secara menyeluruh, mulai dari pelaku usaha mikro hingga sektor formal.

Tasming menegaskan bahwa data yang dihasilkan dari sensus akan menjadi pijakan utama dalam menyusun arah kebijakan pembangunan. Menurutnya, perencanaan yang tepat sasaran hanya mungkin dilakukan apabila pemerintah memiliki potret ekonomi yang akurat dan terkini.

Data Akurat untuk Pembangunan Tepat Sasaran

Wali Kota menilai keberhasilan sensus sangat bergantung pada partisipasi pelaku usaha. Ia mengimbau seluruh pemilik usaha, dari pedagang kecil hingga pengelola usaha menengah, untuk memberikan informasi yang jujur dan lengkap kepada petugas di lapangan.

"Tanpa data yang valid, kebijakan kita hanya akan menjadi tebakan. Sensus ini memastikan setiap rupiah anggaran pembangunan benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat," ujar Tasming Hamid dalam sambutannya.

Sensus Ekonomi yang digelar serentak secara nasional ini mencatat berbagai aktivitas usaha di luar sektor pertanian. Hasilnya diharapkan dapat menggambarkan struktur ekonomi Parepare, termasuk kontribusi sektor perdagangan, jasa, dan ekonomi kreatif yang selama ini menjadi tulang punggung perputaran uang di kota pelabuhan tersebut.

Selaras dengan agenda pendataan itu, Pemkot Parepare juga mengencangkan program unggulan pencetakan 1.000 pengusaha baru. Program ini diharapkan membuka lapangan kerja sekaligus menekan angka pengangguran dengan menumbuhkan wirausahawan dari kalangan muda dan pelaku usaha pemula.

Pemerintah kota menilai penguatan kewirausahaan tidak dapat dipisahkan dari ketersediaan ruang ekonomi. Kawasan Mattirotasi Baru, misalnya, kini difungsikan tidak sekadar sebagai area rekreasi dan olahraga, tetapi juga menjadi simpul kegiatan ekonomi melalui keterlibatan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah. Aktivitas Car Free Day dan Car Free Night di kawasan tersebut secara rutin dipadati warga sekaligus mendongkrak omzet pedagang.

Tasming berharap kombinasi antara data ekonomi yang kuat, ruang publik produktif, dan pembinaan wirausaha mampu mempercepat pemerataan kesejahteraan. Ia menekankan bahwa pembangunan ekonomi Parepare harus berakar pada potensi lokal agar manfaatnya dirasakan langsung oleh warga, bukan sekadar angka pertumbuhan di atas kertas.

Dengan rampungnya pencanangan ini, petugas sensus akan mulai turun ke lapangan untuk mengumpulkan data di seluruh kecamatan. Pemkot memastikan proses pendataan berjalan transparan dan kerahasiaan data responden tetap dijaga sesuai ketentuan yang berlaku.