PINRANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pinrang memperkuat sinergi lintas sektor untuk mengantisipasi dampak musim kemarau yang diperparah fenomena El Nino terhadap lahan pertanian masyarakat. Langkah tersebut dilakukan guna memastikan ketersediaan air irigasi tetap terjaga sekaligus mencegah potensi konflik akibat menurunnya debit air.
Komitmen itu ditegaskan Bupati Pinrang H.A. Irwan Hamid, S.Sos saat memimpin rapat koordinasi lintas sektor bersama jajaran TNI, Polri, Kejaksaan, unsur Forkopimda, dan perangkat daerah di Rumah Jabatan Bupati Pinrang, Rabu (22/7/2026).
Antisipasi Konflik Perebutan Air
Dalam arahannya, Bupati Irwan menegaskan bahwa sektor pertanian merupakan penopang utama perekonomian masyarakat Pinrang. Karena itu, keterbatasan pasokan air irigasi akibat musim kemarau harus diantisipasi secara bersama agar tidak menimbulkan persoalan di tengah masyarakat.
Menurutnya, penurunan debit air berpotensi memicu gesekan antarpetani akibat perebutan pasokan air irigasi. Untuk itu, seluruh pihak diminta mengedepankan koordinasi, komunikasi, dan langkah-langkah preventif agar distribusi air berlangsung adil dan kondusif.
"Sebagian besar masyarakat Pinrang menggantungkan hidupnya pada sektor pertanian. Jangan sampai persoalan air justru menimbulkan perpecahan di tengah masyarakat. Karena itu, sinergi seluruh pihak sangat dibutuhkan agar kebutuhan petani tetap terpenuhi dan kondisi tetap kondusif," ujar Bupati Irwan.
Selain mengoptimalkan langkah teknis melalui perangkat daerah terkait, Bupati Irwan mengungkapkan bahwa Pemkab Pinrang telah membangun komunikasi dengan pihak Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) Sawitto.
Komunikasi tersebut dilakukan agar pengaturan elevasi air dapat dilaksanakan secara bijaksana sehingga kebutuhan operasional pembangkit listrik tetap terpenuhi tanpa mengurangi pasokan air yang dibutuhkan sektor pertanian. Upaya ini diharapkan mampu menjaga keseimbangan antara kebutuhan energi dan keberlangsungan aktivitas pertanian yang menjadi sumber penghidupan masyarakat.
Selain langkah teknis, Bupati Irwan mengatakan pihaknya juga telah berkomunikasi dengan para tokoh ulama untuk bersama-sama bermunajat memohon turunnya hujan yang membawa keberkahan bagi Kabupaten Pinrang.
Dalam waktu dekat, Pemkab Pinrang akan menggelar dzikir dan doa bersama sebagai ikhtiar spiritual agar Allah SWT menurunkan hujan sehingga kebutuhan air bagi lahan pertanian dapat terpenuhi.
"Kita ingin memastikan masyarakat tetap bisa bertani dengan tenang. Ketahanan pangan hanya bisa terjaga jika kebutuhan dasar pertanian, terutama air, dapat kita amankan bersama. Oleh karena itu, seluruh elemen harus bersatu, saling mendukung, dan mengedepankan kepentingan masyarakat di atas segalanya," tutup Bupati Irwan. (***)
