MAJENE – Pemerintah Kabupaten Majene bersama unsur TNI-Polri dan sejumlah perangkat daerah terus memperkuat upaya menciptakan lingkungan yang tertib, bersih, dan nyaman. Salah satunya melalui kegiatan pembinaan dan penertiban Pedagang Kaki Lima (PKL) yang menyasar sejumlah titik di sepanjang Jalan Poros Kecamatan Banggae dan Banggae Timur, Kamis (27/8/2026).
Kegiatan tersebut turut diikuti Kasat Binmas Polres Majene AKP Muh. Irwan sebagai bentuk dukungan kepolisian terhadap program pemerintah daerah dalam menjaga ketertiban sekaligus menciptakan wajah kota yang lebih bersih dan tertata.
Penertiban dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Majene Dr. Andi Rita Mariani Basharu dan dihadiri Kapolsek Banggae, Kepala Bapenda Kabupaten Majene, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Kasat Pol PP Kabupaten Majene serta sejumlah tamu undangan.
Personel yang terlibat berasal dari Satpol PP, Bapenda, Dinas Perhubungan, Polres Majene dan Kodim 1401/Majene.
Dalam kegiatan tersebut, petugas menyasar PKL yang menggunakan area trotoar sebagai tempat berjualan. Sebelum penertiban dilaksanakan, pemerintah daerah telah beberapa kali melakukan sosialisasi dan memberikan pemberitahuan kepada para pedagang agar tidak menggunakan fasilitas publik yang dapat mengganggu ketertiban dan kenyamanan masyarakat.
Kasat Binmas Polres Majene AKP Muh. Irwan mengatakan, kehadiran kepolisian dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk sinergitas dalam mendukung program pemerintah daerah, khususnya menciptakan situasi yang aman, tertib, dan kondusif.
“Kami mendukung langkah pemerintah daerah dalam melakukan pembinaan secara humanis kepada para pedagang. Penataan ini bukan semata-mata penertiban, tetapi bagaimana menciptakan lingkungan yang tertib dan nyaman bagi masyarakat, sekaligus tetap memperhatikan kepentingan para pelaku usaha,” ujarnya.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah, TNI dan Polri sangat penting agar proses penataan dapat berjalan dengan baik tanpa menimbulkan gangguan keamanan maupun ketertiban.
Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari program mendukung penilaian Adipura Tahun 2026, sekaligus mewujudkan gerakan Majene Mappacing atau Majene Bersih.
Penilaian Adipura tidak hanya berkaitan dengan kebersihan, tetapi juga mencakup berbagai aspek lingkungan, termasuk penghijauan, pengelolaan kebersihan serta penataan area pembuangan sampah.
Melalui kegiatan pembinaan dan penertiban ini, Pemkab Majene berharap kesadaran masyarakat, khususnya para PKL, semakin meningkat untuk bersama-sama menjaga kebersihan dan ketertiban lingkungan.
Dengan kolaborasi lintas sektor tersebut, upaya mewujudkan Majene yang bersih, tertata, nyaman, dan berdaya dukung lingkungan diharapkan tidak hanya menjadi kebutuhan menghadapi penilaian Adipura, tetapi menjadi budaya bersama dalam kehidupan sehari-hari masyarakat. (*)
