SIDRAP — Panen raya padi di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) kembali mengangkat posisi daerah ini sebagai salah satu lumbung pangan utama Sulawesi Selatan. Hasil panen yang melimpah di sejumlah sentra persawahan turut memperkuat cadangan beras di kawasan Ajatappareng yang meliputi Parepare, Sidrap, Pinrang, Barru, dan Enrekang.

Produksi gabah Sidrap dalam beberapa musim terakhir menunjukkan tren meningkat. Capaian produksi padi daerah ini menembus ratusan ribu ton, menempatkannya pada jajaran kabupaten dengan kontribusi beras tertinggi di provinsi. Peningkatan produktivitas per hektare menjadi salah satu faktor yang mendorong lonjakan tersebut.

Pemerintah daerah menyebut keberhasilan panen tidak lepas dari ketersediaan air irigasi, penggunaan benih unggul, serta pendampingan kepada petani. Sinergi antara pemerintah, kelompok tani, dan penggilingan beras dinilai penting agar hasil panen dapat terserap dengan harga yang wajar.

Serapan Bulog dan Stabilitas Harga

Salah satu perhatian utama saat panen raya adalah memastikan gabah petani terserap dengan baik. Koordinasi antara pemerintah kabupaten, perhimpunan pengusaha penggilingan, dan Bulog dilakukan agar penyerapan berjalan tertib dan harga di tingkat petani tetap terjaga, tidak anjlok saat pasokan melimpah.

Penyerapan yang lancar tidak hanya menguntungkan petani, tetapi juga memperkuat cadangan beras pemerintah. Stok yang memadai menjadi penyangga penting untuk menjaga stabilitas harga beras di pasaran, terutama menjelang periode rawan seperti hari besar keagamaan atau musim paceklik.

"Panen kali ini cukup menggembirakan. Yang penting sekarang gabah petani terserap dengan harga layak, jangan sampai melimpah tapi petani justru rugi. Itu komitmen kami bersama Bulog dan penggilingan," ujar seorang pejabat di lingkungan pemerintah Kabupaten Sidrap.

Para petani menyambut hasil panen dengan rasa syukur, meski sebagian tetap berharap harga jual gabah stabil. Bagi mereka, kepastian pembeli dan harga yang adil menjadi penentu apakah keuntungan dari musim tanam ini sepadan dengan biaya produksi yang terus naik.

Menjaga Keberlanjutan Lumbung Pangan

Di balik capaian positif, tantangan jangka panjang tetap membayangi sektor pertanian, mulai dari perubahan iklim, alih fungsi lahan, hingga biaya pupuk dan tenaga kerja. Pemerintah diminta menjaga keberlanjutan dengan memperkuat infrastruktur irigasi dan mendorong regenerasi petani muda.

Kalangan pemerhati pertanian menilai status Sidrap sebagai lumbung beras perlu terus dirawat melalui kebijakan yang berpihak pada petani. Dukungan teknologi pertanian, akses pembiayaan, dan kepastian pasar dinilai menjadi kunci agar produktivitas tidak hanya melonjak sesaat, tetapi terjaga dari musim ke musim.

Dengan hasil panen yang menguatkan stok beras Ajatappareng, kawasan ini diharapkan terus berperan menjaga ketahanan pangan Sulawesi Selatan. Pemerintah daerah menegaskan akan mengawal proses pascapanen agar manfaatnya benar-benar dirasakan petani dan konsumen secara berimbang.