PITU RIASE – Desa Botto, Kecamatan Pitu Riase, semakin ditegaskan sebagai salah satu sentra pertanian unggulan Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap). Hal ini ditegaskan Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif saat menghadiri Panen Raya Musim Tanam II sekaligus persiapan menuju program Intensifikasi Pertanaman (IP) 300 di Desa Botto, Jumat (7/8/2026).
📌 FAKTA CEPAT PANEN RAYA & PERSIAPAN IP300 DESA BOTTO
• Waktu: Jumat, 7 Agustus 2026
• Luas hamparan sawah: ±508 hektare
• Dipanen saat ini: ±50 hektare
• Hasil ubinan: 9,5 ton gabah per hektare
• Luas percontohan IP300: 40 hektare
• Bantuan sumur bor: 3 unit per kelompok tani
• Cetak sawah baru: 79 hektare di Toddang Asa
• Penghargaan pusat: Rp3 miliar untuk infrastruktur Pitu Riase
• Jalan telah diperbaiki: 372 km dari 955 km kondisi rusak
Bupati Syaharuddin menyampaikan bahwa dalam setahun terakhir saja, Desa Botto telah menerima bantuan untuk 28 kelompok tani, termasuk 14 kelompok melalui program optimalisasi lahan. Agar tidak ada lagi sawah yang kekurangan air saat kemarau, pemerintah akan menyalurkan bantuan sumur bor listrik sebanyak tiga unit bagi setiap kelompok tani.
“Ke depan tidak ada lagi sawah yang kekurangan air. Pertanian kita akan semakin modern. Petani cukup mengoperasikan mesin menggunakan gawai dengan sistem voucher,” jelasnya.
Kawasan cetak sawah seluas 78 hektare yang belum bisa ditanami karena terbatas air, kini akan dilengkapi sumur bor dan jaringan listrik sepanjang sekitar satu kilometer. Sementara tahun 2026, pencetakan sawah baru kembali dilanjutkan seluas 79 hektare di wilayah Toddang Asa.
Menuju Tiga Kali Tanam dalam Setahun
Hasil ubinan yang baru saja dilakukan menunjukkan produktivitas mencapai 9,5 ton gabah per hektare — angka yang membuktikan kesuburan dan potensi kawasan ini. Sebagai langkah nyata menuju IP300, empat kelompok tani telah menerima bantuan alat pengolah tanah rotavator agar pengolahan lahan berjalan jauh lebih cepat.
Penguatan kelembagaan pun dilakukan. Dari 27 kelompok tani yang ada, sebanyak 12 kelompok yang mengelola lahan di atas 25 hektare siap dimekarkan agar pengelolaan semakin fokus dan kuat.
“Pertanian harus menjadi jalan utama meningkatkan kesejahteraan warga Sidrap. Dengan infrastruktur yang baik, air tersedia, alat pertanian modern, dan kelembagaan petani yang kuat, saya optimistis Pitu Riase akan semakin maju dan menjadi lumbung pangan yang lebih produktif,” tegas Bupati Syaharuddin.
Keberhasilan Sidrap diakui pemerintah pusat sebagai salah satu daerah terbaik di Pulau Sulawesi, disertai bantuan Rp3 miliar yang khusus dialokasikan untuk pembangunan infrastruktur di wilayah Pallae dan Bola Bulu, Kecamatan Pitu Riase. Perbaikan jalan pun terus digenjot hingga ke pelosok desa — dari total 955 kilometer jalan rusak sejak awal menjabat, kini 372 kilometer telah tuntas diperbaiki guna memperlancar pengangkutan hasil panen.
Camat Pitu Riase Andi Mukti Ali melaporkan persiapan menuju IP300 telah berjalan pada lahan seluas 40 hektare sebagai kawasan percontohan. “Airnya ada, lahannya siap. Tinggal bagaimana kita bersama-sama mengoptimalkan menjadi tiga kali tanam dalam setahun,” ujarnya.
Kepala Desa Botto Jumardin pun menyampaikan apresiasi: “Kehadiran Bapak Bupati menjadi penyemangat bagi kami para petani untuk terus bekerja dan meningkatkan hasil panen.”
(Sumber: Rilis Pemkab Sidenreng Rappang)
