PAREPARE — Pengalaman menjadi pembawa baki pada upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tingkat Provinsi Sulawesi Selatan menjadi momen berharga bagi Nindy, peserta didik MAN 1 Kota Parepare.

Sepulang menjalankan tugas tersebut, Nindy hadir dalam apel pagi rutin di MAN 1 Kota Parepare, Kamis (20/8/2026). Kehadirannya disambut bangga keluarga besar madrasah sebagai bentuk apresiasi atas amanah yang telah dijalankannya.

Kepala MAN 1 Kota Parepare, Rusman Madina, memberikan kalung selamat datang kepada Nindy di hadapan peserta apel. Apresiasi itu sekaligus menjadi momentum untuk menunjukkan kepada peserta didik lainnya bahwa keberanian mengambil kesempatan dan menjalankan tanggung jawab dapat membuka ruang untuk berprestasi.

“Kami merasa bangga atas apa yang telah dilakukan Nindy. Ini bukan hanya tentang menjadi pembawa baki, tetapi bagaimana seorang siswa mampu menjalankan amanah dengan disiplin, tanggung jawab, dan keberanian. Prestasi seperti ini tentu menjadi kebanggaan bagi madrasah,” ujar Rusman.

Menurutnya, pengalaman Nindy diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi peserta didik lainnya untuk berani mengambil kesempatan dan terus mengembangkan kemampuan yang dimiliki.

Dari Pengalaman Nindy, Peserta Didik Diajak Berani Mencoba

Dalam apel tersebut, Nindy diberi kesempatan berbagi pengalaman selama menjalankan tugas sebagai pembawa baki pada upacara HUT ke-81 RI tingkat Provinsi Sulawesi Selatan.

Di hadapan peserta apel, Nindy mengajak teman-temannya untuk tidak takut mencoba hal-hal positif, meskipun dimulai dari sesuatu yang sederhana.

“Jangan pernah takut untuk melakukan hal-hal positif, meskipun itu terlihat kecil. Bisa jadi dari sesuatu yang kecil itulah nantinya akan menjadi sesuatu yang besar. Yang penting kita berani mencoba, terus belajar, dan menjalani setiap proses dengan sungguh-sungguh,” ujar Nindy.

Bagi Nindy, kesempatan tersebut tidak hanya menjadi sebuah tugas, tetapi juga proses belajar yang memberikan pengalaman baru. Pengalaman itu kemudian dibagikannya kepada teman-teman sebagai dorongan agar mereka berani mengambil peluang dan menjalani proses dengan sungguh-sungguh.

Pesan tersebut menjadi bagian penting dari apresiasi yang diberikan madrasah. Prestasi seorang peserta didik tidak hanya dipandang sebagai pencapaian pribadi, tetapi juga dapat menjadi sumber motivasi bagi peserta didik lainnya.

Bangun Budaya Positif dan Berprestasi

Rusman mengatakan, apresiasi kepada Nindy menjadi bagian dari upaya madrasah membangun budaya positif yang mendorong peserta didik untuk berkembang dan berprestasi.

“Kami memberikan apresiasi ini agar menjadi motivasi bagi siswa lainnya. Setiap siswa memiliki kesempatan untuk berprestasi sesuai dengan bakat dan kemampuannya, baik dalam bidang akademik maupun nonakademik,” lanjutnya.

Menurut Rusman, capaian peserta didik juga diharapkan memberikan dampak positif bagi lingkungan madrasah. Semangat tersebut sejalan dengan upaya menghadirkan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian individu, tetapi juga memberikan manfaat dan inspirasi bagi lingkungan sekitar.

Melalui momen apel pagi tersebut, pengalaman Nindy tidak berhenti sebagai sebuah pencapaian pribadi. Kisahnya menjadi pesan bagi peserta didik MAN 1 Kota Parepare bahwa keberanian untuk mencoba, kemauan untuk belajar, dan kesungguhan menjalani proses dapat menjadi langkah awal menuju pencapaian yang lebih besar. (*)