PAREPARE — Kelompok nelayan di Kelurahan Cappa Galung, Kecamatan Bacukiki Barat, mulai memanfaatkan teknologi pendingin ikan hemat energi untuk menjaga mutu hasil tangkapan. Perangkat berupa kotak pendingin yang sebagian mengandalkan tenaga surya itu diharapkan menekan kerugian yang selama ini muncul karena ikan cepat membusuk sebelum sampai ke pasar.

Persoalan kesegaran ikan menjadi keluhan lama nelayan pesisir. Tanpa pendinginan yang memadai, sebagian tangkapan turun mutu hanya beberapa jam setelah diangkat dari laut. Akibatnya harga jual anjlok, sementara biaya pembelian es balok terus membebani ongkos melaut, terutama saat cuaca panas memaksa nelayan menambah pasokan es.

Teknologi yang diperkenalkan dirancang lebih ekonomis dan ramah lingkungan dibanding sistem konvensional. Sebagian unit menggunakan modul pendingin yang ditenagai panel surya dan baterai, sehingga tidak bergantung sepenuhnya pada es maupun listrik jaringan. Dengan begitu, suhu di dalam wadah penyimpanan bisa dijaga lebih stabil selama perjalanan dari fishing ground menuju daratan.

Mutu Naik, Biaya Melaut Bisa Ditekan

Para nelayan menilai perbedaan paling terasa pada kualitas ikan yang tiba di tempat pelelangan. Ikan yang dingin sejak di atas perahu cenderung lebih segar, sehingga laku dengan harga lebih baik. Penghematan juga datang dari berkurangnya kebutuhan es balok yang selama ini harus dibeli setiap kali berangkat melaut.

Pendampingan teknis untuk pemanfaatan perangkat ini disebut melibatkan kalangan akademisi dan lembaga pengabdian masyarakat, melanjutkan tradisi pelatihan teknologi penangkapan dan pengolahan hasil perikanan yang sebelumnya pernah digelar untuk nelayan dan kelompok pengolah ikan di Parepare.

"Dulu ikan yang tidak laku cepat sering kami jual murah karena sudah tidak segar. Sekarang dengan alat pendingin ini, ikan bisa bertahan lebih lama dan harganya lebih layak. Pengeluaran untuk es juga berkurang," ujar seorang ketua kelompok nelayan di Cappa Galung.

Meski demikian, sejumlah nelayan mengakui masih ada tantangan, terutama soal harga unit, perawatan, dan ketersediaan suku cadang. Mereka berharap ada skema bantuan atau pembiayaan ringan agar teknologi serupa bisa menjangkau lebih banyak perahu, tidak hanya kelompok yang lebih dahulu mendapat pendampingan.

Mendorong Ekonomi Pesisir

Pemanfaatan teknologi pendingin dipandang sejalan dengan upaya menguatkan ekonomi pesisir Parepare yang sebagian besar bertumpu pada perikanan tangkap. Mutu ikan yang terjaga membuka peluang menembus pasar yang lebih luas, termasuk kebutuhan rumah makan, pengolah, hingga pengiriman antarwilayah.

Kelompok nelayan menyatakan akan mengevaluasi hasil penggunaan perangkat selama beberapa bulan ke depan, terutama menyangkut daya tahan, konsumsi energi, dan dampaknya terhadap pendapatan. Jika hasilnya konsisten, mereka berharap pengalaman di Cappa Galung dapat menjadi contoh penerapan teknologi serupa di kampung-kampung nelayan lain di sepanjang pesisir Selat Makassar.