PALOPO — Pembongkaran Jembatan Merah atau Jembatan Akhmad Razak di Jalan KH Akhmad Razak, Kecamatan Wara, Kota Palopo, mulai dilakukan pada Minggu (4/10/2026). Seiring pekerjaan tersebut, akses jalan di lokasi proyek ditutup dan tidak dapat dilalui kendaraan.

Pembongkaran struktur jembatan lama menjadi tahap awal pembangunan jembatan baru yang dikerjakan rekanan CV Bangun Bumi Pertiwi selaku pemenang tender.

Manajer Konstruksi CV Bangun Bumi Pertiwi, Sunardi, S.T., mengatakan pembongkaran bangunan lama dilakukan menggunakan mesin breaker.

“Akhir pekan ini, kami sudah melaksanakan kegiatan pembongkaran bangunan jembatan yang lama menggunakan mesin breaker, jadi mulai hari Minggu lokasi Jembatan Jln KH Akhmad Razak akan ditutup dan tidak bisa dilalui kendaraan,” ungkap Sunardi saat ditemui Koran Akselerasi, Kamis (1/10/2026).

Proyek pembangunan jembatan tersebut bernilai Rp11.847.073.990 dan bersumber dari APBD Palopo 2026 (BKP Sulsel). Pekerjaan direncanakan berlangsung selama 93 hari, terhitung mulai 30 September hingga 31 Desember 2026.

Konstruksi Baru Dibangun 37 Meter

Jembatan baru nantinya menggunakan konstruksi rangka baja. Pada sisi kiri dan kanan jembatan juga disediakan ruang jalan selebar 1,2 meter untuk pejalan kaki.

Sunardi menjelaskan, jembatan baru memiliki lebar 6 meter dengan panjang bentangan 37 meter. Sementara lantai jembatan menggunakan konstruksi beton.

“Volume jembatan yang akan dibangun, memiliki lebar seluas 6 meter dan panjang bentangan 37 meter, sementara bagian lantai jembatan menggunakan bahan dari beton yang kokoh dan tahan lama,” ujar Sunardi.

Dalam pelaksanaannya, pembangunan Jembatan Jalan KH Akhmad Razak akan diawasi konsultan dari CV Nailah Multicon.

Penggantian Jembatan Akhmad Razak sebelumnya telah menjadi salah satu proyek infrastruktur yang dipersiapkan Pemkot Palopo pada 2026. Pada Agustus lalu, Pemkot Palopo menyebut pembangunan jembatan tersebut mendapat dukungan anggaran melalui sharing dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan. 

Dengan dimulainya pembongkaran struktur lama, proyek kini memasuki tahap pelaksanaan fisik. Penutupan akses selama pekerjaan berlangsung menjadi bagian penting yang perlu diketahui pengguna Jalan KH Akhmad Razak. (MDT)