Luwu Utara — Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Luwu Utara mengambil langkah spiritual dan ikhtiar bersama dalam menghadapi musim kemarau panjang yang telah melanda wilayah tersebut selama kurang lebih lima bulan terakhir.

Pemda Kabupaten Luwu Utara dijadwalkan akan menggelar Salat Istisqa atau salat sunnah untuk memohon hujan pada Senin, 26 Oktober 2026, esok. Pelaksanaan ibadah sunnah muakkadah ini dipusatkan di Lapangan Tamsis dan akan dimulai pukul 07.30.

Kebijakan ini diperkuat melalui Surat Nomor 400.8.2.3/6/Kesra tentang Salat Istisqa. Dalam upaya memastikan partisipasi aktif, para Kepala Perangkat Daerah wajibkan menugaskan ASN beragama Islam di instansi masing-masing agar mengikuti salat tersebut.

Diketahui, salat Istisqa ini adalah bentuk ikhtiar lahiriah maupun batiniah yang diambil menyusul fenomena kemarau panjang yang tidak hanya dirasakan di Luwu Utara, tetapi juga di seluruh wilayah Indonesia, yang berdampak pada kekeringan di berbagai sektor.

Tak hanya Luwu Utara, beberapa daerah lain juga telah dan akan melakukan hal yang sama. Salat Istisqa ini terbukti manjur, sebab beberapa daerah sudah merasakan turunnya hujan. Kerinduan warga Masamba akan turunnya hujan masih dalam penantian. 

Semoga dengan dilaksanakannya salat Istisqa ini, kerinduan warga terhadap hujan dapat segera terobati. Tentu, hal ini membutuhkan kebersamaan seluruh masyarakat untuk terus melangitkan doa dan memohon berkah hujan segera turun membasahi bumi Luwu Utara.

Salat Istisqa adalah salat sunah muakkadah (sangat dianjurkan) yang dilakukan umat Islam untuk memohon turunnya hujan kepada Allah SWT. Salat sunnah ini dianjurkan saat terjadi kemarau panjang atau kekeringan yang mengancam hajat hidup orang banyak.

Melalui pelaksanaan salat berjemaah ini, Pemda Lutra berharap masyarakat bersama ASN dapat memanjatkan doa dengan khusyuk, memohon ampunan, dan meminta berkah kepada Allah SWT agar segera menurunkan hujan yang bermanfaat bagi bumi dan seisinya. (LHr)