Makassar (Kemenhaj) – Menteri Haji dan Umrah RI meminta dilakukan evaluasi khusus terhadap pelaksanaan pemeriksaan dan pengawasan kesehatan calon jemaah haji di Sulawesi Selatan.

Permintaan tersebut muncul setelah tingginya angka kematian jemaah asal Sulsel selama penyelenggaraan ibadah haji 2026.

Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Makassar, Ikbal Ismail, mengatakan arahan tersebut disampaikan Menteri Haji dan Umrah saat melakukan kunjungan ke Embarkasi Makassar beberapa waktu lalu.

"Pak Menteri melihat data yang ada dan menilai perlu dilakukan evaluasi khusus terkait istithaah kesehatan di Sulawesi Selatan. Sebab, di sejumlah provinsi lain jumlah jemaah yang meninggal tahun ini justru lebih sedikit dibanding tahun-tahun sebelumnya," kata Ikbal yang juga Kepala Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Sulawesi Selatan.

Menindaklanjuti arahan tersebut, pihaknya bakal menggelar rapat bersama dengan Kementerian Haji dan umrah Kabupaten/kota untuk membahas langkah-langkah perbaikan dalam proses penetapan istithaah kesehatan calon jemaah haji.

Ikbal menegaskan pihaknya akan segera berkoordinasi dengan dinas kesehatan kabupaten dan kota agar proses pemeriksaan kesehatan calon jemaah dilakukan lebih ketat dan objektif.

"Kami meminta agar jika ada calon jemaah yang memang tidak memenuhi syarat istithaah kesehatan, maka jangan dipaksakan untuk dinyatakan istithaah. Ini menjadi perhatian serius kami setelah adanya evaluasi dari Pak Menteri," ujarnya.

Meski demikian, Ikbal mengapresiasi kinerja tim kesehatan daerah. Hal itu terlihat dari meningkatnya jumlah calon jemaah yang dinyatakan tidak memenuhi syarat istithaah kesehatan pada musim haji 2026.

"Tahun ini terdapat sekitar 60 calon jemaah yang tidak lolos istithaah kesehatan. Jumlah ini lebih banyak dibanding tahun sebelumnya. Ini menunjukkan pengawasan kesehatan sebenarnya sudah berjalan cukup maksimal," jelasnya.

Namun, tingginya angka kematian jemaah asal Sulsel dibanding beberapa provinsi lain membuat evaluasi tetap perlu dilakukan. PPIH berharap pengawasan kesehatan dapat diperkuat sejak tahap pemeriksaan awal hingga menjelang keberangkatan.

Berdasarkan hasil evaluasi sementara, sebagian besar jemaah yang wafat disebabkan oleh kegagalan pernapasan dan komplikasi penyakit bawaan yang telah diderita sebelumnya.

Menariknya, mayoritas jemaah yang meninggal berusia di bawah 70 tahun, sementara hanya satu orang yang berusia di atas 80 tahun.

"Kami melihat penyebab kematian rata-rata terkait gangguan pernapasan dan penyakit penyerta. Karena itu pengawasan terhadap aspek istithaah kesehatan harus lebih diperketat lagi ke depan," tutur Ikbal.

Ia berharap koordinasi antara Kementerian Agama dan dinas kesehatan kabupaten/kota dapat segera dilakukan sehingga proses pemeriksaan kesehatan calon jemaah haji tahun mendatang semakin akurat dan mampu menekan risiko kesehatan selama pelaksanaan ibadah haji.

Sebelumnya, Menteri Haji dan Umrah RI, H. Irfan Yusuf, menilai penyelenggaraan ibadah haji tahun 1447 H/2026 M berjalan relatif baik dan mendapat apresiasi dari berbagai pihak. Meski demikian, pemerintah tidak ingin berpuas diri dan akan terus melakukan perbaikan untuk menghadapi penyelenggaraan haji tahun-tahun mendatang.

Hal tersebut disampaikan Irfan Yusuf usai menerima kedatangan jemaah haji Kloter 17 Embarkasi Makassar (UPG) asal Kabupaten Bone, Kota Makassar, dan Kabupaten Sinjai di Asrama Haji Sudiang Makassar, Ahad (14/6/2026).

“Penyelenggaraan haji tahun ini relatif dianggap teman-teman di luar kami sebagai yang bagus, lebih baik dari sebelum-sebelumnya. Namun tentu kita tidak bisa berbangga dengan itu, karena setiap tahun kita harus terus melakukan perbaikan,” kata Irfan Yusuf.

Salah satu perhatian serius pemerintah, lanjutnya, adalah tingginya angka jemaah haji asal Sulawesi Selatan yang wafat selama pelaksanaan ibadah haji. Menurutnya, jumlah tersebut hampir menyamai angka tahun lalu, sementara sebagian besar provinsi lain mengalami penurunan yang cukup signifikan.

“Di Sulawesi Selatan, jumlah jemaah yang meninggal relatif besar dan hampir sama dengan tahun lalu. Sementara di banyak provinsi lain turun drastis. Artinya kita harus berbenah, khususnya di bidang kesehatan,” ujarnya.

Untuk itu, Kementerian Haji dan Umrah akan memperkuat penerapan standar pemeriksaan kesehatan atau istithaah kesehatan bagi calon jemaah haji. Selain itu, pembinaan kesehatan akan menjadi bagian penting dalam manasik haji.

“Tahun depan kita akan menjalankan standar istithaah sesuai aturan yang sebenarnya. Saya juga meminta Kanwil Kementerian Agama Sulsel mulai menyiapkan jemaah dari sekarang, bukan hanya manasik ibadah tetapi juga manasik kesehatan. Ini penting agar jemaah dapat menjalankan ibadah dengan baik, nyaman, dan sehat,” jelasnya.

Terkait jumlah jemaah yang wafat di Tanah Suci, Irfan Yusuf mengungkapkan bahwa hingga saat ini tercatat sekitar 290 jemaah. Angka tersebut masih lebih rendah dibandingkan musim haji tahun lalu, meski pemerintah tetap waspada karena proses pemulangan jemaah masih berlangsung hingga akhir Juni.

“Sampai laporan terakhir sekitar 290-an. Masih jauh di bawah tahun lalu. Tetapi kami masih khawatir karena pemulangan belum selesai. Mudah-mudahan tidak ada lagi penambahan,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Irfan Yusuf juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) yang telah bekerja keras melayani jemaah selama operasional haji berlangsung.

Ia secara khusus memberikan penghormatan kepada petugas kesehatan Embarkasi Makassar, almarhumah dr. Fitri Rezkiani, yang wafat saat bertugas di Arab Saudi.

“Kami memberikan penghargaan dan penghormatan kepada almarhumah dr. Fitri Rezkiani yang wafat saat menjalankan tugas. Mudah-mudahan beliau wafat dalam keadaan syahid,” ucapnya.

Mengenai persiapan penyelenggaraan haji tahun 2027, Irfan Yusuf menegaskan bahwa persiapan harus dimulai sejak sekarang meskipun proses pemulangan jemaah tahun 2026 belum sepenuhnya selesai. Hingga saat ini, belum ada informasi mengenai penambahan kuota haji dari Pemerintah Arab Saudi.

“Kalau soal penambahan kuota, sampai hari ini belum ada. Kita masih menggunakan angka yang sekarang. Karena itu saya meminta jajaran segera memulai persiapan haji 2027 mulai dari sekarang,” tegasnya.(****)