Bupati Andi Abdullah Rahim belum lama ini membuka sebuah ajang Festival Literasi Kabupaten Luwu Utara tahun 2026 di Pelataran Kantor Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (Dispersipda). Berangkat dari momentum inilah kemudian lahir sebuah gagasan brilian dari Bupati.

Dalam sambutan pembukaanya itu, sebuah pesan visioner disampaikan Bupati yang ditujukan ke seluruh masyarakat bahwa sudah saatnya memperkuat literasi digital dan pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam mengakselerasi seluruh potensi daerah agar lebih dikenal dunia.

Luwu Utara bukanlah daerah yang biasa-biasa saja. Ia menyimpan begitu banyak kekayaan alam dan budaya yang luar biasa, mulai sektor pariwisata yang eksotis, pertanian dan perkebunan yang subur, peternakan yang potensial, hingga kekayaan budaya yang begitu melegenda. 

Sayangnya, permata-permata yang tersembunyi ini belum sepenuhnya terekspos dan terpublikasi secara optimal ke panggung global, atau secara sederhananya permata-permata tersembunyi ini belum mendunia. Sehingga dibutuhkan sentuhan teknologi berbasis AI.

Dari sambutan yang terekam jelas di ingatan para tamu saat pembukaan itu, saya dapat menarik satu benang merah yang kuat dari pemikiran dan gagasan Bupati Luwu Utara, yaitu “Sudah berapa banyak informasi dan data potensi Luwu Utara yang terekam di dalam AI?”

Dalam sambutannya itu, Bupati melontarkan pertanyaan reflektif, sekaligus tantangan besar bagi masyarakat: “Coba kita buka AI, sudah berapa banyak data Luwu Utara yang tertera di dalamnya? Sudah berapa banyak data dimasukkan dalam dunia digital? Sudah berapa luas informasi yang tertera di dalam AI terkait Luwu Utara yang dapat dijangkau umat manusia di dunia ini?"

Ia mencontohkan warisan budaya leluhur, seperti Kain Tenun Batik Rongkong yang sarat makna, hingga komoditas kebanggaan lokal, seperti varietas durian terbaik mulai dari pollo suso, pollo wani, serta berbagai kekayaan agraris lainnya. Jangan lupa pula, delapan varietas padi Luwu Utara kini sudah memiliki “Tanda Daftar Varietas” dari Kementerian Pertanian.

Pertanyaannya kemudian, ketika orang dari belahan dunia manapun mengetik kata kunci tersebut di mesin pencari atau platform AI, apakah data tentang segala potensi Luwu Utara itu sudah tersaji dengan lengkap? Ataukah daerah kita masih menjadi “titik buta” di peta digital global?

Gagasan Bupati Andi Abdullah Rahim yang mengharapkan adanya strategi akselerasi literasi dari desa menuju panggung global ini sudah saatnya dipikirkan bersama dengan seluruh stakeholder terkait lainnya agar gagasan Bupati tidak menggantung di tataran konsep semata.

Tantangan yang disampaikan Bupati ini menuntut aksi nyata dari seluruh elemen masyarakat di Bumi La Maranginang. Literasi tidak lagi sekadar dapat membaca dan menulis buku di atas kertas, tetapi juga bagaimana seseorang mampu menulis, mendokumentasikan, sekaligus membagikan narasi-narasi kebaikan dan keunggulan tentang daerah kita ke ruang-ruang siber.

Beberapa langkah strategis yang dapat kita dorong melalui penguatan gerakan literasi yang masif hingga ke tingkat desa. Salah satunya melalui digitalisasi potensi desa. Setiap desa didorong untuk memetakan kelebihan masing-masing, baik destinasi wisatanya, produk UMKM, kuliner khasnya, hingga tradisi lokal, kemudian menuangkannya ke dalam bentuk tulisan atau konten digital.

Merespons ide brilian Bupati ini bisa melalui “Optimalisasi AI dan Mesin Pencari” yang dapat kita manfaatkan dengan memperbanyak artikel, blog, direktori wisata, serta ensiklopedia digital. Jejak digital inilah yang nantinya akan membentuk algoritma AI dan search engine untuk mengenali, merekap, serta merekomendasikan potensi kekayaan Luwu Utara kepada warganet.

Tanggung jawab untuk mempromosikan Kabupaten Luwu Utara kepada publik dunia bukan hanya tugas dari pemerintah daerah semata, melainkan ini merupakan sebuah panggilan bersama bagi para akademisi, pegiat literasi, generasi muda, serta seluruh pelaku usaha lokal.

Mari kita jadikan momentum Festival Literasi ini sebagai titik balik dari upaya atau ikhtiar bersama untuk bisa menggerakkan literasi secara masif. Saatnya bersama-sama menulis, mengunggah, dan memperkenalkan potensi Luwu Utara agar gemanya terdengar hingga ke penjuru dunia. (LHr)