PINRANG, WartaMadani — Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di SMKN 2 Pinrang menjadi ruang untuk menguatkan pendidikan karakter peserta didik. Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pinrang, H. Muhammad Idris Usman, dalam hikmah Maulid menekankan pentingnya meneladani akhlak Rasulullah SAW serta menjadikan kejujuran sebagai fondasi dalam membangun generasi muda. Selasa, (6/10/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri H. Muhammad Idris Usman yang memberikan hikmah Maulid di hadapan kepala sekolah, para guru, orang tua peserta didik, serta peserta didik SMKN 2 Pinrang.
Kakan Kemenag Pinrang didampingi Kepala Seksi Pendidikan Agama Islam (PAIS) Hj. Megawati beserta jajaran, serta Kepala Seksi Bimas Islam H. Imran beserta jajaran.
Dalam uraian hikmahnya, H. Muhammad Idris Usman mengajak peserta didik meneladani akhlak Rasulullah SAW sebagai landasan pembentukan karakter generasi muda.
Nilai-nilai keagamaan, kedisiplinan, dan rasa hormat kepada sesama, menurut pesan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut, penting dijadikan sebagai benteng moral bagi peserta didik di tengah tantangan zaman modern.
Kejujuran sebagai Fondasi Kecerdasan
Pesan tentang pembentukan karakter tersebut juga diperkuat dengan kearifan lokal Bugis melalui pappaseng to riolo atau petuah Kajao Laliddong, penasihat Raja Bone.
“Naiyya appongenna accae yanaritu lempue,” yang berarti “Sesungguhnya pangkal (akar) dari kepintaran/kebijaksanaan adalah kejujuran.”
Pesan tersebut menempatkan lempu atau kejujuran sebagai fondasi utama sebelum seseorang mengejar kecerdasan dan ilmu pengetahuan.
Kecerdasan tanpa kejujuran dapat kehilangan nilai. Kepandaian yang tidak didasari kejujuran berpotensi digunakan untuk membawa kerusakan maupun merugikan orang lain.
Dalam nilai-nilai etika Bugis, lempu atau kejujuran menjadi salah satu bagian penting bersama acca atau kecendekiaan, getteng atau keteguhan prinsip, serta siri' atau harga diri dan rasa malu.
Nilai tersebut relevan dengan pesan pendidikan karakter yang disampaikan dalam peringatan Maulid. Peserta didik tidak hanya diharapkan memiliki kemampuan akademik, tetapi juga memiliki akhlak, integritas, kedisiplinan, dan sikap menghormati sesama.
Selain hikmah Maulid, kegiatan tersebut semakin bermakna dengan adanya penyerahan bantuan pendidikan dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Pinrang kepada peserta didik yang membutuhkan.
Bantuan tersebut menjadi bagian dari kepedulian terhadap keberlangsungan pendidikan generasi penerus di Bumi Lasinrang.
Sinergi antara Kementerian Agama, BAZNAS, dan lembaga pendidikan menunjukkan dukungan bersama terhadap peserta didik yang membutuhkan bantuan pendidikan.
Peringatan Maulid di SMKN 2 Pinrang pun tidak hanya menjadi momentum untuk mengenang kelahiran Nabi Muhammad SAW, tetapi juga ruang untuk memperkuat nilai keagamaan, pendidikan karakter, kepedulian, dan kearifan lokal dalam kehidupan generasi muda. (*)
