PINRANG, WartaMadani — Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Pondok Pesantren Manbaul Ulum Addariyah DDI Patobong, Kecamatan Mattiro Sompe, Kabupaten Pinrang, Sabtu (19/9/2026), menjadi momentum untuk meneguhkan kembali keteladanan Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.
Hikmah Maulid disampaikan Ketua Umum PB DDI AG. Prof. Dr. H. Syamsul Bahri A. Galigo, Lc., M.A. Dalam pesannya, ia mengajak jamaah tidak hanya memperingati Maulid sebagai bentuk kecintaan kepada Rasulullah SAW, tetapi juga menjadikan akhlak dan ajaran Nabi sebagai pedoman dalam kehidupan.
Keteladanan Rasulullah SAW perlu diwujudkan melalui sikap dan perilaku. Kecintaan kepada Nabi tidak berhenti pada peringatan, tetapi dilanjutkan dengan upaya mengikuti akhlaknya serta mengamalkan ajaran yang dibawanya.
Keteladanan Rasulullah dalam Pendidikan
Pesan tersebut juga dikaitkan dengan pentingnya pendidikan. Ilmu yang diperoleh perlu diamalkan sehingga pendidikan tidak hanya menghasilkan pengetahuan, tetapi juga membentuk akhlak dalam kehidupan.
Dalam konteks DDI, nilai keteladanan Rasulullah SAW memiliki hubungan erat dengan peran DDI dalam pendidikan dan dakwah. Melalui pesantren dan madrasah, DDI menjadi bagian dari upaya memberikan pendidikan keislaman sekaligus membentuk generasi yang memiliki ilmu dan akhlak.
Peran DDI dalam Pendidikan dan Dakwah
Peran tersebut menjadi bagian dari perjalanan DDI melalui lembaga-lembaga pendidikan dan dakwah. Pesantren dan madrasah menjadi ruang untuk memberikan pendidikan keislaman sekaligus menanamkan nilai-nilai akhlak kepada generasi muda.
Peringatan Maulid di Ponpes Manbaul Ulum Addariyah DDI Patobong dihadiri Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pinrang H. Muhammad Idris Usman, Ketua Yayasan PP Manbaul Ulum Addariyah DDI Patobong Ir. H. Arfuddin Mulli, Camat Mattiro Sompe, pimpinan pondok pesantren, kepala sekolah dan madrasah, alim ulama, ustaz dan ustazah, serta tokoh masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, H. Muhammad Idris Usman menyampaikan sambutan. Doa kemudian dipimpin Anregurutta Prof. Dr. H. Abdulrahman Arsyad, Lc., M.A.
Maulid Dirangkaikan Peletakan Batu Pertama
Selain peringatan Maulid, kegiatan tersebut dirangkaikan dengan peletakan batu pertama pembangunan Masjid Manbaul Ulum.
Peletakan batu pertama diawali oleh AG. Prof. Dr. H. Syamsul Bahri A. Galigo, kemudian diikuti H. Muhammad Idris Usman. Sejumlah tokoh dan tamu yang hadir juga mengikuti prosesi tersebut, termasuk Kepala MA Biharul Ulum Ma’arif Pinrang, Arifuddin.
Peletakan batu pertama tersebut menjadi penanda dimulainya pembangunan Masjid Manbaul Ulum di lingkungan Pondok Pesantren Manbaul Ulum Addariyah DDI Patobong.
Peringatan Maulid tersebut tidak hanya menjadi momentum untuk meneladani Rasulullah SAW, tetapi juga menguatkan kembali peran pendidikan dan dakwah yang dijalankan DDI melalui pesantren dan madrasah.
