PINRANG — Yayasan Biharul Ulum Ma’arif memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW yang dirangkaikan dengan pelantikan pengurus Masjid As-Safar, Senin (28/9/2026).

Kegiatan berlangsung pukul 13.00 hingga 15.30 WITA di lingkungan Yayasan Biharul Ulum Ma’arif, Lero B, Desa Wiringtasi, Kecamatan Suppa, Kabupaten Pinrang. Peringatan Maulid mengangkat tema “Meneladani Akhlak Rasulullah untuk Membangun Generasi Beriman dan Berakhlak Mulia”.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pinrang, Prof. (H.C.) Dr. H. Muhammad Idris Usman, S.Ag., M.A., hadir sebagai penceramah dalam kegiatan tersebut.

Rangkaian kegiatan tidak hanya menjadi momentum memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, tetapi juga menjadi bagian dari perkembangan kehidupan pendidikan dan keagamaan di lingkungan Yayasan Biharul Ulum Ma’arif.

Tiga Momentum dalam Perkembangan Yayasan

Kepala MA Biharul Ulum Ma’arif, Arifuddin, S.Pd., M.Pd., mengatakan rangkaian kegiatan tersebut berkaitan dengan tiga hal penting dalam perkembangan madrasah dan kehidupan keagamaan di lingkungan yayasan.

Pertama, perkembangan fasilitas madrasah melalui dukungan program PHTC (Program Hasil Terbaik Cepat) revitalisasi madrasah.

“Perkembangan madrasah dan masjid ini, pertama, kita dapat bantuan dari program PHTC, Program Hasil Terbaik Cepat, revitalisasi madrasah,” ujar Arifuddin.

Menurutnya, dukungan terhadap fasilitas pendidikan tersebut menjadi bagian dari perkembangan MA Biharul Ulum Ma’arif yang perlu disyukuri dan dimanfaatkan untuk mendukung proses pendidikan.

Kedua, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW menjadi momentum untuk kembali mengingat dan meneladani akhlak Rasulullah SAW.

“Yang kedua adalah peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Bagaimana kita meneladani akhlak Nabi Muhammad SAW,” katanya.

Arifuddin mengatakan keteladanan Rasulullah SAW tidak cukup hanya disampaikan dalam peringatan keagamaan, tetapi perlu diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam lingkungan pendidikan dan kehidupan bermasyarakat.

Ketiga, kegiatan tersebut dirangkaikan dengan pelantikan pengurus Masjid As-Safar. Bagi Arifuddin, keberadaan pengurus masjid bukan sekadar persoalan kepengurusan, tetapi juga memiliki tanggung jawab untuk menghidupkan fungsi masjid.

“Yang ketiga terkait masalah pelantikan dan pengurus masjid. Bagaimana pengurus masjid ini betul-betul menjadi praktik nyata keteladanan Nabi Muhammad SAW,” ujarnya.

Ia berharap pengurus yang telah dilantik dapat memakmurkan Masjid As-Safar dan menjadikannya sebagai tempat ibadah sekaligus ruang yang memberikan ketenangan bagi jamaah.

“Bagaimana memakmurkan masjid, menjadikan masjid sebagai tempat kita untuk beribadah, tempat untuk mendapatkan ketenangan, tempat untuk kita betul-betul khusyuk dalam beribadah,” katanya.

Menurut Arifuddin, keberadaan masjid di lingkungan yayasan juga dapat menjadi bagian dari pembinaan keagamaan bagi keluarga besar madrasah. Nilai-nilai yang disampaikan dalam peringatan Maulid diharapkan dapat berjalan beriringan dengan aktivitas keagamaan di masjid.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dengan demikian tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi juga menjadi momentum untuk menguatkan kembali hubungan antara pendidikan, keteladanan akhlak, dan kehidupan keagamaan.

Sementara pelantikan pengurus Masjid As-Safar diharapkan menjadi awal penguatan pengelolaan masjid agar keberadaannya semakin dirasakan manfaatnya oleh keluarga besar Yayasan Biharul Ulum Ma’arif dan masyarakat sekitar.

Kegiatan tersebut dihadiri Kakan Kemenag Pinrang beserta jajaran, Forkopimca, Kepala KUA Suppa, Kasubbag TU, Kasi PD Pontren, Pokjawas, Ketua MUI Suppa, tiga kepala desa, jajaran pengelola madrasah dan yayasan, pengurus Masjid As-Safar, tokoh masyarakat, serta keluarga besar Yayasan Biharul Ulum Ma’arif.