PINRANG — Aktivitas pembelajaran di MA Biharul Ulum Ma'arif, Lero, Desa Wiringtasi, Kecamatan Suppa, Kabupaten Pinrang, berlangsung hingga sore hari. Di tengah padatnya kegiatan akademik, seluruh peserta didik kelas X, XI, dan XII tetap melaksanakan salat Ashar berjamaah sebagai bagian dari pembinaan keseharian yang tidak terpisahkan dari kehidupan madrasah.
Kegiatan ini dilaksanakan secara konsisten setiap Senin hingga Jumat, mengikuti penerapan lima hari sekolah. Saat waktu Ashar tiba, peserta didik dengan tertib meninggalkan ruang kelas menuju Masjid As-Safar yang berada tepat di lingkungan madrasah untuk menunaikan ibadah. Setelah selesai salat berjamaah, mereka kembali ke kelas masing-masing dan melanjutkan pembelajaran sesuai jadwal hingga waktu pulang tiba.
Pola tersebut memberikan ruang yang adil bagi peserta didik untuk menjalankan kewajiban ibadah tanpa harus mengesampingkan kegiatan akademik. Mereka juga dibiasakan untuk pandai menyesuaikan waktu belajar dengan kewajiban agama yang harus dijalankan.
Kamad Tekankan Keseimbangan Belajar dan Ibadah
Kepala MA Biharul Ulum Ma'arif, Arifuddin, S.Pd., M.Pd., mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya pembentukan kebiasaan positif peserta didik sejak dini.
“Pembelajaran tetap menjadi bagian utama aktivitas peserta didik, namun kewajiban ibadah juga harus diperhatikan. Karena itu, ketika waktu salat Ashar tiba, peserta didik melaksanakan salat berjamaah, kemudian kembali ke kelas untuk menyelesaikan pembelajaran sampai waktu pulang,” ujar Arifuddin.
Menurutnya, kebiasaan tersebut juga menjadi sarana efektif bagi peserta didik untuk belajar mengelola waktu dan menjalankan tanggung jawab secara bersamaan. “Kami ingin peserta didik terbiasa memahami waktu dan tanggung jawabnya. Belajar tetap dijalankan, sementara kewajiban ibadah juga tidak ditinggalkan,” lanjutnya.
Kegiatan ini diikuti seluruh peserta didik kelas X, XI, dan XII selama hari efektif sekolah. Konsistensi pelaksanaannya diharapkan dapat membentuk kebiasaan positif yang melekat kuat dalam aktivitas keseharian mereka, baik di madrasah maupun di lingkungan masyarakat nantinya.
Ibadah Tetap Berjalan di Tengah Aktivitas Akademik
Keberadaan Masjid As-Safar di lingkungan madrasah sangat memudahkan peserta didik untuk menunaikan salat tanpa harus meninggalkan kawasan sekolah. Setelah ibadah selesai, kegiatan belajar kembali berlangsung dengan tertib hingga jadwal harian berakhir.
Bagi madrasah, pola tersebut menjadi bagian dari lingkungan pendidikan yang tidak hanya memberikan ruang bagi pengembangan akademik, tetapi juga membiasakan peserta didik menjalankan kewajiban ibadah secara konsisten.
Melalui keseimbangan yang terjaga dengan baik ini, MA Biharul Ulum Ma'arif terus memberikan pengalaman pendidikan yang menghubungkan kegiatan belajar dengan pembentukan sikap disiplin, tanggung jawab, dan kecintaan terhadap nilai-nilai keagamaan dalam keseharian peserta didik.
