MAJENE – Berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat menjadi perhatian Kapolres Majene AKBP Muhammad Amiruddin, S.I.K., M.M., saat menggelar kegiatan Kumpul Bersama Masyarakat di Aula Kantor Kelurahan Lembang, Kecamatan Banggae Timur, Kabupaten Majene, Rabu (28/10/2026).

Kegiatan ini menjadi ruang dialog terbuka bagi warga untuk menyampaikan keluhan, masukan, hingga persoalan yang membutuhkan perhatian dan tindak lanjut dari kepolisian maupun pihak terkait.

Dalam kegiatan tersebut, Kapolres Majene didampingi Kasat Binmas Polres Majene AKP Muh. Irwan, PS. Kasikum, Kanit Bhabinkamtibmas, para tokoh masyarakat, serta warga Lingkungan Lembang.

Kapolres Majene mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya mendukung program Kapolri, yakni Polisi Bersama Masyarakat, dengan membangun komunikasi langsung agar berbagai persoalan di tengah masyarakat dapat diketahui dan ditangani secara tepat.

“Kami hadir untuk duduk bersama masyarakat, mendengarkan secara langsung masukan, keluhan, maupun permasalahan yang terjadi di lingkungan. Kami berharap masyarakat tidak ragu menyampaikan hal-hal yang perlu mendapat perhatian agar dapat segera ditindaklanjuti,” ujarnya.

Dalam sesi dialog, warga menyampaikan sejumlah persoalan yang dinilai mengganggu ketertiban, keselamatan, dan kenyamanan lingkungan. Di antaranya keberadaan sejumlah boks atau kios penjualan di sekitar Kampus Universitas Terbuka (UT) yang dinilai mengganggu arus lalu lintas.

Warga juga menyoroti rendahnya kesadaran sebagian pengendara roda dua yang merokok saat berkendara. Mereka berharap perilaku tersebut mendapat perhatian dan penindakan sesuai ketentuan yang berlaku.

Persoalan lain yang mengemuka ialah harapan warga agar penertiban rumah kos di wilayah Kelurahan Lembang dijadwalkan secara rutin, minimal sekali dalam sebulan. Selain itu, keberadaan sapi yang berkeliaran pada malam hari di kawasan Leppe Barat turut dikeluhkan karena berpotensi mengganggu keselamatan pengguna jalan.

Di bidang lalu lintas, masyarakat meminta penanganan terhadap kendaraan roda empat yang kerap parkir di depan Toko Adiba, aktivitas parkir yang menggunakan bahu jalan di kawasan Tugu Pendidikan Lembang, serta lampu lalu lintas di simpang Lembang yang hingga kini tidak berfungsi.

Warga turut menyampaikan keprihatinan terhadap siswa SMP Negeri 4 yang dinilai masih banyak membolos. Mereka berharap persoalan tersebut mendapat perhatian melalui koordinasi dengan pihak sekolah dan instansi terkait.

Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Kapolres Majene menegaskan bahwa seluruh masukan warga akan ditampung dan menjadi bahan evaluasi untuk menentukan langkah penanganan sesuai kewenangan masing-masing pihak.

Melalui kegiatan ini, Polres Majene berupaya memperkuat sinergi dengan masyarakat sekaligus membuka jalur komunikasi yang lebih dekat, sehingga persoalan di lingkungan dapat diketahui sejak dini dan dicarikan solusi bersama.

Kehadiran polisi melalui dialog langsung diharapkan tidak hanya meningkatkan kepercayaan masyarakat, tetapi juga mendorong partisipasi aktif warga dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan kenyamanan di wilayah Kabupaten Majene. (*)