PINRANG – Rutinitas keagamaan di MA Biharul Ulum Ma’arif menjadi ruang bagi peserta didik untuk memperkuat pemahaman keislaman sekaligus melatih keberanian menyampaikan pesan kebaikan. Usai melaksanakan salat Zuhur berjamaah, kegiatan dilanjutkan dengan kultum yang disampaikan Nurshila, peserta didik Kelas X, dengan tema “Birrul Walidain”, Senin (31/8/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri langsung Kepala MA Biharul Ulum Ma’arif, Arifuddin, S.Pd., M.Pd., bersama guru dan peserta didik. Kehadiran pimpinan madrasah dalam rangkaian kegiatan tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap pembiasaan keagamaan yang dilaksanakan secara rutin.
Kultum Angkat Tema Berbakti kepada Orang Tua
Dalam kultumnya, Nurshila mengangkat tema birrul walidain, yakni nilai berbakti dan berbuat baik kepada kedua orang tua.
Tema tersebut mengajak peserta didik memahami pentingnya menghormati dan berbuat baik kepada orang tua sebagai bagian dari ajaran Islam. Nilai tersebut juga dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan keluarga maupun madrasah.
Penyampaian materi oleh peserta didik tidak hanya menjadi sarana berbagi pengetahuan keagamaan, tetapi juga memberikan pengalaman tampil di hadapan jamaah. Peserta didik belajar mempersiapkan materi, menyampaikan gagasan, serta membangun keberanian berbicara di depan orang lain.

Kultum Jadi Ruang Pembiasaan
Kultum dilaksanakan secara bergiliran oleh perwakilan peserta didik sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Pola tersebut memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengambil peran secara aktif dalam kegiatan keagamaan madrasah.
Setiap peserta didik yang mendapat giliran dituntut mempersiapkan materi dan memahami pesan yang akan disampaikan. Proses ini menjadi latihan untuk membangun keberanian, tanggung jawab, dan kemampuan berkomunikasi.
Kepala MA Biharul Ulum Ma’arif, Arifuddin, S.Pd., M.Pd., mengatakan kegiatan kultum menjadi salah satu cara untuk membiasakan peserta didik terlibat langsung dalam kegiatan keagamaan.
“Kegiatan kultum ini menjadi salah satu cara untuk membiasakan peserta didik terlibat langsung dalam kegiatan keagamaan. Selain menambah pemahaman tentang nilai-nilai Islam, mereka juga belajar berani tampil, bertanggung jawab, dan menyampaikan pesan kebaikan kepada sesama,” ujar Arifuddin.
Menurutnya, keterlibatan peserta didik secara langsung dalam kegiatan keagamaan memberikan pengalaman sekaligus membangun kebiasaan positif yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Ditutup dengan Shalawat Bersama
Setelah kultum selesai, kegiatan dilanjutkan dengan rutinitas shalawat secara bersama-sama.
Rangkaian salat Zuhur berjamaah, kultum, dan shalawat tersebut menjadi bagian dari pembinaan keagamaan di MA Biharul Ulum Ma’arif.
Melalui kegiatan yang dilaksanakan secara rutin dan melibatkan peserta didik secara aktif, madrasah terus memberikan ruang untuk memperkuat nilai-nilai keislaman sekaligus membangun keberanian, tanggung jawab, dan kebiasaan menyampaikan kebaikan dalam kehidupan sehari-hari.
