SUPPA, PINRANG || WartaMadani – Umur, masa muda, harta, dan ilmu menjadi empat perkara yang disoroti dalam khutbah Salat Jumat di MA Biharul Ulum Ma’arif, Jumat (21/8/2026). Keempatnya menjadi pengingat bagi jamaah bahwa setiap nikmat yang diberikan Allah SWT merupakan amanah yang kelak akan dipertanggungjawabkan.
Khutbah disampaikan Ismail Basri, S.Ag., M.Pd.I., Pengawas Madrasah tingkat RA, MI, MTs, dan MA pada Kementerian Agama Kota Parepare.
Dalam khutbahnya, Ismail Basri mengingatkan jamaah agar memanfaatkan setiap kesempatan yang diberikan Allah SWT dengan penuh tanggung jawab. Kehidupan manusia bukan hanya tentang menikmati nikmat yang dimiliki, tetapi juga bagaimana menggunakannya untuk kebaikan dan kemanfaatan.
Umur dan Masa Muda Adalah Kesempatan
Perkara pertama yang ditekankan adalah umur. Waktu yang telah berlalu tidak dapat kembali sehingga semestinya dimanfaatkan untuk beribadah, berbuat baik, belajar, bekerja, serta melakukan berbagai aktivitas yang memberikan manfaat.
Selain umur, masa muda menjadi perkara yang perlu mendapat perhatian. Masa muda merupakan periode ketika seseorang memiliki energi dan kesempatan untuk berkembang.
Karena itu, jamaah, khususnya generasi muda, diingatkan agar menggunakan masa muda untuk menuntut ilmu, membangun akhlak, memperbanyak ibadah, serta mengisinya dengan kegiatan positif.
Masa muda tidak semestinya berlalu tanpa arah. Kesempatan yang dimiliki perlu dimanfaatkan sebagai bekal untuk membangun masa depan sekaligus mempersiapkan kehidupan akhirat.
Harta dan Ilmu Juga Memiliki Pertanggungjawaban
Perkara berikutnya adalah harta. Pertanggungjawaban terhadap harta tidak hanya berkaitan dengan jumlah yang dimiliki, tetapi juga bagaimana harta itu diperoleh dan untuk apa digunakan.
Harta semestinya diperoleh melalui jalan yang halal dan digunakan untuk kebutuhan yang baik. Selain memenuhi kebutuhan diri dan keluarga, harta juga dapat menjadi sarana kebaikan melalui infak, sedekah, membantu sesama, serta berbagai bentuk kemanfaatan lainnya.
Sementara itu, ilmu yang dimiliki juga memiliki tanggung jawab. Ilmu tidak cukup hanya diketahui, tetapi perlu digunakan dan diamalkan dalam kehidupan.
Ilmu semestinya mendorong seseorang menjadi lebih baik, memperbaiki akhlak, mendekatkan diri kepada Allah SWT, serta memberikan manfaat bagi orang lain. Dengan demikian, ilmu tidak berhenti pada pengetahuan, tetapi diwujudkan melalui amal dan perilaku.
Jadi Bahan Renungan bagi Jamaah
Kepala MA Biharul Ulum Ma’arif, Arifuddin, menyampaikan bahwa pesan dalam khutbah tersebut menjadi pengingat bagi seluruh civitas madrasah dan jamaah agar memanfaatkan apa yang telah diberikan Allah SWT dengan sebaik-baiknya.
“Pesan khutbah ini menjadi pengingat bagi kita semua agar memanfaatkan umur, masa muda, harta, dan ilmu dengan sebaik-baiknya. Apa yang kita miliki merupakan amanah yang kelak akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT,” ujar Arifuddin.
Menurutnya, pesan tersebut memiliki relevansi bagi seluruh jamaah, termasuk peserta didik. Nilai-nilai yang disampaikan tidak hanya berkaitan dengan pembentukan pengetahuan, tetapi juga penguatan akhlak, tanggung jawab, dan kesadaran dalam menjalani kehidupan.
Pelaksanaan Salat Jumat sekaligus menjadi bagian dari pembinaan keagamaan di lingkungan MA Biharul Ulum Ma’arif. Pesan tentang umur, masa muda, harta, dan ilmu diharapkan menjadi bahan renungan bagi seluruh jamaah untuk lebih bijak menggunakan waktu, menjaga masa muda, memperoleh dan membelanjakan harta secara benar, serta mengamalkan ilmu dalam kehidupan. (*)
