Di tengah panjangnya musim kemarau yang melanda sebagian besar wilayah Indonesia, termasuk Kabupaten Luwu Utara, secercah harapan dipanjatkan segenap masyarakat ke hadirat Ilahi.

Doa dan harapan terpanjatkan di Lapangan Tamsis Masamba pada Senin, 26 Oktober 2026, oleh segenap elemen warga yang berbaur khusyuk dengan aparatur pemerintah daerah setempat.

Lapangan Tamsis yang menjadi pusat kekhusyukan berubah menjadi lautan doa yang dipanjatkan usai salat Istisqa, yaitu salat sunnah dua rakaat yang bertujuan memohon turunnya zair hujan.

Hampir lima bulan lamanya, hujan tak pernah turun secara kontinyu di Bumi Luwu Utara. Kondisi ini berdampak luas bagi kehidupan sehari-hari, termasuk pada sektor pertanian masyarakat.

Sebagai bentuk kepasrahan kepada Sang Pencipta, pemda menginisiasi pelaksanaan salat Istisqa untuk mengetuk pintu langit, dan berdoa semoga Allah menurunkan hujan ke bumi Luwu Utara.

Yang menarik dari pelaksanaan salat Istisqa ini, selain kehadiran Bupati, juga kehadiran Ketua PD IPIM Luwu Utara yang juga Wakil Bupati Luwu Utara, Jumail Mappile, di tengah lautan jemaah.

Kehadiran dua sosok pemimpin di Luwu Utara ini tentu merupakan cerminan dari kepemimpinan yang turut hadir membersamai keresahan masyarakat yang sudah lama mendambakan air hujan.

Dalam kekhusyukannya, Bupati Andi Abdullah Rahim berdoa tanpa lelah agar kemarau panjang ini berganti keberkahan yang melimpah melalui air hujan yang turun ke bumi menjadi berkah.

“Pelayanan publik terbaik adalah yang menyertakan doa. Lewat salat Istisqa, pemda bersama warga bersinergi memohon rahmat hujan kepada Sang Pencipta. Insya Allah, kemarau berganti dengan keberkahan yang melimpah,” tulis Bupati di akun medsos pribadinya.

Setali tiga uang dengan Wakil Bupati Jumail Mappile, yang juga terus memanjatkan permohonan menyentuh hati agar kekeringan segera berlalu di Bumi La Maranginang, julukan Luwu Utara.

Ketua IPIM Luwu Utara ini juga menuliskan doa di akun medsos pribadinya: “Ya Allah, turunkanlah kami hujan yang menolong, menyegarkan, menyuburkan, bermanfaat, dan tidak membahayakan. Segera dan tidak ditunda!”

Doa yang dipanjatkan Bupati dan Wakil Bupati ini menjadi representasi kerinduan dari seluruh masyarakat Luwu Utara agar air hujan yang penuh berkah segera dapat dirasakan manfaatnya. 

Melalui ikhtiar spiritual ini, harapan besar disematkan agar Allah mendengarkan segala doa warga yang menengadahkan tangannya, serta menjadikan Bumi Luwu Utara kembali basah oleh hujan berkah, menyuburkan tanaman, dan memberi manfaat bagi kehidupan masyarakat. (LHr)