PINRANG – Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pinrang, H. Muhammad Idris Usman, hadir menyimak langsung Sosialisasi Pelaksanaan Imunisasi Human Papilloma Virus (HPV) Tahun 2026 di Lingkungan Pondok Pesantren yang digelar secara virtual melalui Zoom Meeting, Kamis (20/8/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat pemahaman dan edukasi mengenai pentingnya imunisasi HPV bagi remaja di lingkungan pondok pesantren.
Sosialisasi menghadirkan Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Pinrang, Hj. Sriwati, S.KM., M.Kes., sebagai narasumber.
Dalam pemaparannya, Hj. Sriwati menjelaskan pentingnya imunisasi HPV bagi remaja. Ia juga meminta kerja sama erat dari Kementerian Agama dan pihak pondok pesantren untuk mendukung keberhasilan program tersebut.
Kemenag Siap Perkuat Kolaborasi
Menanggapi hal itu, Kepala Kemenag Pinrang, H. Muhammad Idris Usman, menyatakan kesiapan untuk berkolaborasi dengan Dinas Kesehatan dalam memberikan edukasi dan sosialisasi kepada lingkungan madrasah dan pesantren.
“Anak-anak di madrasah dan pesantren adalah anak-anak kita semua, generasi penerus bangsa. Kemenag Pinrang siap bersinergi dengan Dinas Kesehatan untuk memberikan edukasi dan sosialisasi. Ini adalah ikhtiar penting demi meningkatkan literasi kesehatan dan menjaga masa depan mereka,” tegasnya.
H. Muhammad Idris Usman mengikuti kegiatan tersebut bersama Kasi PD Pontren Marwan Djalil beserta jajaran.
Sosialisasi juga diikuti para pimpinan pondok pesantren se-Kabupaten Pinrang, santri, serta perwakilan wali santri.
Lingkungan pesantren menjadi salah satu ruang penting dalam menjangkau remaja melalui edukasi kesehatan. Karena itu, keterlibatan pengelola pesantren, santri, dan wali santri dalam sosialisasi menjadi bagian penting untuk memperluas pemahaman mengenai program imunisasi HPV.
Kolaborasi antara Kementerian Agama dan Dinas Kesehatan juga memperlihatkan pentingnya sinergi lintas sektor dalam memperkuat literasi kesehatan di lingkungan pendidikan keagamaan.
Melalui edukasi dan sosialisasi yang melibatkan unsur pemerintah, pesantren, santri, serta keluarga, informasi mengenai program imunisasi diharapkan dapat dipahami secara lebih baik oleh masyarakat yang menjadi bagian dari lingkungan pendidikan keagamaan.
Sinergi lintas sektor tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat literasi kesehatan di lingkungan pendidikan keagamaan, sehingga edukasi mengenai program imunisasi dapat menjangkau santri, pengelola pesantren, dan keluarga secara lebih luas. (*)
