MAJENE – Kobaran api kembali menghanguskan lahan nonproduktif di wilayah Kabupaten Majene. Kebakaran terjadi di Lingkungan Rangas Pabesoang, Kelurahan Rangas, Kecamatan Banggae, Rabu (2/9/2026) pagi.

Peristiwa tersebut diketahui terjadi sekitar pukul 08.45 WITA di lahan milik Fajar (51). Api dengan cepat membakar rerumputan dan vegetasi kering di area tersebut sehingga menimbulkan kekhawatiran warga, terlebih lokasi kebakaran berada tidak jauh dari kawasan permukiman.

Informasi kebakaran pertama kali diketahui saksi, Komaruddin (60), sekitar pukul 08.50 WITA. Saat itu, ia mendapat kabar mengenai munculnya api di kawasan BTN Grand Pesona Rangas.

Mendapat informasi tersebut, Komaruddin langsung menuju lokasi untuk memastikan kondisi sekaligus meminta bantuan. Respons cepat pun dilakukan. Personel Polres Majene yang berada tidak jauh dari lokasi bersama personel TNI, petugas Dinas Pemadam Kebakaran serta warga setempat langsung bergerak melakukan upaya pemadaman.

Dengan peralatan yang tersedia, petugas dan masyarakat berjibaku mengendalikan kobaran api agar tidak menjalar ke area lainnya. Unit pemadam kebakaran turut dikerahkan untuk mempercepat proses pemadaman sekaligus memastikan titik api dapat dikendalikan.

Upaya bersama tersebut akhirnya membuahkan hasil. Sekitar pukul 10.00 WITA, api berhasil dipadamkan dan situasi di sekitar lokasi kebakaran kembali aman.

Kapolsek Banggae Polres Majene, Iptu Hasbi, mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, khususnya terhadap aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran lahan.

Ia mengingatkan warga untuk tidak melakukan pembakaran lahan secara sengaja, karena api dapat dengan mudah membesar dan meluas, terlebih saat kondisi lahan kering.

“Jangan melakukan pembakaran lahan dengan sengaja. Jika tidak segera diantisipasi, api bisa meluas dan bahkan mengarah ke kawasan permukiman,” imbau Iptu Hasbi.

Polsek Banggae juga mengajak masyarakat untuk segera melaporkan kepada pihak berwenang apabila menemukan titik api atau aktivitas yang berpotensi menimbulkan kebakaran, sehingga dapat ditangani sedini mungkin. (*)