MAJENE – Kebakaran melanda lahan kosong nonproduktif seluas kurang lebih 3 hektare di Lingkungan Taduang, Kelurahan Lalampanua, Kecamatan Pamboang, Kabupaten Majene, Sabtu malam (8/8/2026).

Kobaran api di lereng Gunung Taduang tersebut membuat personel Polsek Pamboang bersama warga dan Tim Pemadam Kebakaran bersiaga untuk mencegah api merembet ke permukiman warga.

Warga pertama kali melihat titik api dan kepulan asap kecil sekitar pukul 22.00 WITA. Namun, sekitar pukul 00.30 WITA, kepulan asap semakin tebal dan kobaran api mulai meluas.

Kondisi angin yang cukup kencang membuat api bergerak cepat di area lereng.

Personel Polsek Pamboang Polres Majene yang menerima informasi langsung menuju lokasi untuk melakukan pemantauan dan pengamanan. Polisi kemudian berkoordinasi dengan Tim Damkar guna mengantisipasi kobaran api agar tidak menjalar ke kawasan permukiman.

Berdasarkan keterangan saksi Suardi (50) dan Muh. Depu (52), api awalnya terlihat sebagai titik kecil sebelum kemudian membesar.

Lahan yang terbakar diketahui milik Gusnadi (54), warga Lingkungan Taduang, dan Samba (60), warga Lingkungan Bulutupang, Kelurahan Lalampanua, Kecamatan Pamboang.

Medan Sulit, Pemadaman Dilakukan Manual

Proses pemadaman menghadapi kendala karena lokasi kebakaran berada di lereng dan sulit dijangkau kendaraan.

Polisi bersama warga Lingkungan Taduang melakukan pemadaman secara manual di bagian pinggiran area kebakaran untuk menahan laju api agar tidak mendekati permukiman.

Sekitar pukul 01.00 WITA, Tim Damkar tiba di lokasi. Namun, petugas tidak dapat menjangkau titik utama kebakaran karena tidak tersedia akses kendaraan menuju lokasi.

Hingga saat ini, personel Polsek Pamboang bersama Tim Damkar masih bersiaga di sekitar permukiman warga yang berjarak kurang lebih 800 meter dari titik api.

Penjagaan dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan kobaran api kembali meluas akibat hembusan angin.

Polisi mengimbau masyarakat di sekitar lokasi agar tetap waspada, tidak mendekati area kebakaran, serta segera melaporkan apabila menemukan titik api baru yang berpotensi mengancam permukiman. (***)