POLMAN — Kapolres Polewali Mandar AKBP Zaky Magfur, S.I.K. menghadiri Apel Kesiapsiagaan dalam rangka penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di wilayah Kabupaten Polewali Mandar, Jumat (28/8/2026).
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 08.00 WITA tersebut digelar di Makodim 1402/Polewali Mandar, Jalan Mr. Muh. Yamin No. 197, Kelurahan Madatte, Kecamatan Polewali.
Apel dipimpin Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Polewali Mandar, Andi Mahadiana Djabbar, S.Sos., M.Si., yang mewakili Bupati Polewali Mandar.
Apel turut dihadiri Dandim 1402/Polewali Mandar Letkol Inf. Ikhwan, S.Pd., Danyon TP 917 Mayor Inf. Fadi Virmushano, S.S.T.Han., S.I.P., M.I.P., Kabag Ops Polres Polman AKP Suparman, S.H., perwakilan Brimob Kompi IV Yon A Pelopor, Danposal, Kepala BPBD Kabupaten Polman Andi Candra Sigit, S.T., M.AP., Tagana serta Kepala UPTD Damkar Kabupaten Polman.
Peserta apel melibatkan personel gabungan dari TNI, Polri, TNI AL, Brimob, UPTD Damkar, BPBD, para camat se-Kabupaten Polman serta perwakilan PLN. Keterlibatan lintas sektor tersebut menjadi bentuk kesiapan bersama dalam menghadapi potensi Karhutla selama musim kemarau.
Dalam arahannya, Andi Mahadiana Djabbar menegaskan bahwa penanganan Karhutla merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan sinergi antara pemerintah, TNI, Polri dan seluruh elemen masyarakat.
“Tujuan apel siaga Karhutla ini adalah untuk mensinergikan seluruh elemen masyarakat, pemerintah, TNI dan Polri dalam mengantisipasi terjadinya kebakaran di wilayah Kabupaten Polewali Mandar. Sejak dini kita harus melakukan mitigasi, salah satunya melalui sosialisasi kepada masyarakat,” ujarnya.
Ia menyampaikan, berdasarkan data BMKG dan BPBD Kabupaten Polman, wilayah Polman saat ini telah memasuki musim kemarau panjang. Sejumlah wilayah yang dinilai rawan terjadi Karhutla di antaranya Kecamatan Campalagian, Binuang, Wonomulyo dan Mapilli.
Mayoritas kejadian kebakaran, lanjutnya, dipicu oleh aktivitas pembukaan lahan dengan cara dibakar serta kebiasaan membuang puntung rokok sembarangan.
“Karhutla bukan hanya merusak hutan, tetapi juga berdampak terhadap kesehatan, seperti ISPA, mengganggu penerbangan, merusak perekonomian petani dan bahkan dapat berimplikasi pidana,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, seluruh personel diminta meningkatkan kesiapsiagaan selama 1x24 jam serta memastikan seluruh peralatan penanggulangan kebakaran dalam kondisi siap digunakan, termasuk pompa punggung, kendaraan pemadam dan sarana pendukung lainnya.
“Kesiapsiagaan hari ini adalah bukti bahwa kita serius. Jangan sampai Polman diselimuti asap seperti daerah lain. Saya minta semua sektor berjalan sinergi. Satu api kecil bisa membakar satu desa. Mari kita jaga Polman tetap hijau, aman dan sehat,” pesannya.
Usai pelaksanaan apel, kegiatan dilanjutkan dengan pengecekan kesiapan personel, peralatan dan kendaraan yang akan digunakan dalam penanganan Karhutla.
Petugas juga melaksanakan simulasi penanganan kebakaran lahan dan hutan sebagai bentuk kesiapan menghadapi kemungkinan terjadinya bencana Karhutla di lapangan.
Humas Polres Polman
