MAJENE - Semangat pelestarian budaya maritim Mandar kembali mengemuka dalam Event Sandeq Silumba Tahun 2026. Kapolres Majene AKBP Muhammad Amiruddin, S.I.K., turut menghadiri pelepasan Etape I yang berlangsung di Pantai Banua, Desa Banua Sendana, Kecamatan Sendana, Kabupaten Majene, Sabtu (26/9/2026).

Pelepasan tersebut menjadi salah satu rangkaian penting dalam pelaksanaan Sandeq Silumba 2026 yang mempertemukan puluhan perahu tradisional Mandar dalam sebuah perjalanan yang sarat nilai budaya, sportivitas dan semangat kebersamaan.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Gubernur Provinsi Sulawesi Barat Dr. H. Suhardi Duka, M.M., Kapolda Sulbar Irjen Pol Adi Deriyan Jayamarta, S.I.K., M.H., Danrem 142/Tatag Brigjen TNI Hartono, Danlanal Mamuju Letkol Laut (P) Gigih Aptya Anggara, Dewan Pengarah Sandeq Silumba, Bupati Majene, Dandim 1401 Majene, Wakil Bupati Majene, anggota DPRD Kabupaten Majene, Camat Sendana, Danramil Sendana, Kapolsek Sendana serta sejumlah tamu undangan.

Etape I Grup A secara resmi dilepas langsung oleh Gubernur Sulawesi Barat Dr. H. Suhardi Duka, M.M., yang didampingi Kapolda Sulbar, Danrem 142/Tatag, Danlanal Mamuju serta Dewan Pengarah Sandeq Silumba. Pelepasan tersebut menandai dimulainya perjalanan para peserta untuk menaklukkan lintasan laut dengan mengandalkan karakter khas perahu Sandeq yang dikenal sebagai salah satu warisan maritim masyarakat Mandar.

Sementara itu, pada pukul 10.00 Wita, giliran Grup B diberangkatkan. Pelepasan dilakukan oleh Bupati Majene dengan didampingi Kapolres Majene, Dandim 1401 Majene serta anggota DPRD Kabupaten Majene.

Tahun ini, Sandeq Silumba diikuti sebanyak 80 perahu Sandeq yang terbagi ke dalam dua grup, yakni Grup A dan Grup B. Setiap perahu diperkuat delapan awak yang memiliki peran masing-masing selama mengikuti perjalanan dan perlombaan.

Kapolres Majene AKBP Muhammad Amiruddin, S.I.K., menyampaikan bahwa kehadiran jajaran Kepolisian dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari dukungan terhadap pelestarian budaya lokal sekaligus memastikan seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib dan lancar.

Menurutnya, Sandeq Silumba bukan sekadar perlombaan perahu tradisional, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkenalkan kekayaan budaya maritim Mandar kepada masyarakat yang lebih luas.

"Polri tentu mendukung kegiatan yang mengangkat budaya dan kearifan lokal seperti Sandeq Silumba. Kami bersama seluruh unsur terkait akan memastikan rangkaian kegiatan dapat berlangsung dengan aman dan tertib, sehingga para peserta maupun masyarakat dapat mengikuti kegiatan dengan nyaman," ujar AKBP Muhammad Amiruddin.

Ia juga mengapresiasi sinergi seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan kegiatan tersebut. Kolaborasi antara pemerintah daerah, TNI-Polri, panitia, peserta dan masyarakat dinilai menjadi bagian penting dalam menyukseskan Sandeq Silumba Tahun 2026. (*)