MAJENE — Upaya membangun keamanan dan ketertiban tidak selalu harus dilakukan melalui forum resmi. Dengan duduk bersama dan membuka ruang dialog, berbagai persoalan yang dirasakan masyarakat dapat disampaikan secara langsung kepada pihak kepolisian.

Semangat tersebut ditunjukkan Kapolres Majene AKBP Muhammad Amiruddin, S.I.K., M.M., saat melaksanakan kegiatan Duduk Bersama Masyarakat di Lingkungan Tanjung Batu Timur, Kelurahan Tanjung Batu, Kecamatan Banggae Timur, Kabupaten Majene, Rabu (21/10/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Kapolres Majene didampingi Kasat Binmas Polres Majene AKP Muh. Irwan, PS. Kasikum, serta Kanit Binmas Polres Majene, dan berinteraksi langsung dengan masyarakat Lingkungan Tanjung Batu Timur.

Suasana pertemuan berlangsung terbuka. Warga diberi kesempatan menyampaikan berbagai persoalan yang mereka hadapi, khususnya yang berkaitan dengan keamanan, ketertiban dan kehidupan sosial di lingkungan tempat tinggal mereka.

Kapolres Majene mengatakan, kehadiran pihak kepolisian dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya mendekatkan Polri dengan masyarakat sekaligus mendukung program Kapolri melalui semangat “Polisi Bersama Masyarakat.”

“Kami hadir untuk duduk bersama masyarakat Kabupaten Majene. Silakan sampaikan masukan, keluhan maupun permasalahan yang sering terjadi di lingkungan ini, sehingga dapat kami tindak lanjuti bersama,” ujar AKBP Muhammad Amiruddin.

Sejumlah aspirasi pun disampaikan warga. Di antaranya, masyarakat berharap Polres Majene lebih rutin memberikan imbauan dan sosialisasi mengenai bahaya narkoba, sehingga pemahaman masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap dampak penyalahgunaan narkotika semakin meningkat.

Warga juga meminta adanya pendampingan terkait aplikasi Perlinsos/Desil, terutama bagi masyarakat yang mengalami kendala dalam penggunaannya. Persoalan lain yang turut menjadi perhatian yakni keberadaan sejumlah kos-kosan yang dinilai belum sepenuhnya menaati aturan, termasuk kekhawatiran adanya pasangan yang tinggal bersama tanpa ikatan perkawinan.

Tak kalah penting, warga mengeluhkan masih adanya pemuda yang menggunakan knalpot racing dengan suara bising. Kondisi tersebut dinilai mengganggu kenyamanan masyarakat, terlebih ketika berlangsung pada waktu umat Islam melaksanakan ibadah salat.

Menanggapi seluruh masukan tersebut, Kapolres Majene menegaskan bahwa setiap aspirasi masyarakat akan menjadi perhatian kepolisian untuk ditindaklanjuti sesuai tugas dan kewenangan yang ada.

Ia juga mengingatkan bahwa menjaga situasi kamtibmas bukan semata-mata menjadi tanggung jawab kepolisian, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.

“Memelihara kamtibmas merupakan tugas kita bersama, baik masyarakat maupun aparat keamanan. Karena itu, kami berharap ada peran aktif warga dan sinergitas yang baik dengan aparat keamanan,” tutur Kapolres.

Lebih lanjut, AKBP Muhammad Amiruddin mengajak masyarakat untuk tidak membiarkan persoalan kecil berkembang menjadi konflik yang lebih besar. Setiap perselisihan atau permasalahan yang muncul di tengah masyarakat diharapkan dapat diselesaikan terlebih dahulu melalui pendekatan dialog dan kekeluargaan.

“Kalau ada konflik atau permasalahan di tengah masyarakat, mari kita kedepankan problem solving dengan cara duduk bersama secara kekeluargaan, menghadirkan tokoh masyarakat dan aparat keamanan. Jangan sungkan untuk menghubungi kepolisian melalui layanan 110,” imbaunya.

Kegiatan tersebut menjadi ruang komunikasi dua arah antara kepolisian dan masyarakat. Bukan hanya menyampaikan pesan kamtibmas, tetapi juga mendengarkan langsung kondisi di lapangan sebagai bahan untuk menentukan langkah penanganan yang tepat. (*)