PAREPARE – Upaya mempersiapkan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) agar memiliki keterampilan produktif terus dilakukan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Parepare. Salah satunya melalui pengembangan program ketahanan pangan sebagai bagian dari pembinaan kemandirian.
Langkah tersebut dibahas dalam audiensi Kepala Lapas Kelas IIA Parepare bersama Dinas Ketahanan Pangan Kota Parepare, Rabu (19/8/2026). Dalam pertemuan tersebut, Kalapas Parepare didampingi Kepala Seksi Kegiatan Kerja.
Audiensi diterima langsung Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Parepare, Muhammad Idris, SKM., M.Kes., didampingi Andi Rohana, SP., M.Si.
Pertemuan tersebut menjadi ruang untuk membahas peluang sinergi dalam mendukung program pembinaan WBP, khususnya melalui kegiatan ketahanan pangan yang dapat memberikan pengetahuan dan keterampilan praktis.
Jajaki Dukungan Instruktur dan Pendampingan
Dalam audiensi, Lapas Parepare menyampaikan harapan agar Dinas Ketahanan Pangan dapat memberikan dukungan dalam pengembangan program, baik melalui pendampingan, konsultasi teknis maupun peningkatan kapasitas bagi petugas, pembina dan WBP.
Salah satu bentuk kerja sama yang diharapkan adalah penyediaan instruktur atau narasumber dari Dinas Ketahanan Pangan untuk memberikan pelatihan dan pembekalan teknis kepada petugas serta WBP yang terlibat.
Dengan dukungan tersebut, kegiatan ketahanan pangan di lingkungan Lapas diharapkan dapat dilaksanakan secara lebih terarah dan sesuai dengan metode yang tepat.
Keterlibatan tenaga teknis juga diharapkan dapat meningkatkan kemampuan petugas atau pembina dalam mendampingi WBP selama mengikuti kegiatan.
Manfaatkan Lahan untuk Kegiatan Produktif
Selain penguatan sumber daya manusia, kerja sama tersebut juga membuka peluang pengembangan kegiatan ketahanan pangan di lingkungan Lapas Parepare.
Lahan yang tersedia dapat diarahkan untuk kegiatan produktif, seperti budidaya tanaman pangan dan hortikultura, maupun kegiatan lain yang sesuai dengan kondisi dan potensi lingkungan Lapas.
Kegiatan tersebut tidak hanya berorientasi pada hasil produksi, tetapi juga menjadi bagian dari proses pembinaan kemandirian WBP.
Melalui keterlibatan langsung, WBP dapat memperoleh pengalaman mengenai kedisiplinan, tanggung jawab, kerja sama, pengelolaan kegiatan, serta keterampilan praktis yang dapat menjadi bekal setelah kembali ke masyarakat.
Sinergi antara Lapas Parepare dan Dinas Ketahanan Pangan Kota Parepare diharapkan dapat membuat program pembinaan kemandirian di bidang ketahanan pangan berjalan lebih optimal dan berkelanjutan.
Program tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya mempersiapkan WBP agar memiliki kemampuan produktif sebagai bekal untuk kembali menjalani kehidupan di tengah masyarakat.
Sumber: Lapas Kelas IIA Parepare
