PINRANG — Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pinrang, Prof. Dr. H. Muhammad Idris Usman, S.Ag., M.A., mengajak jamaah memaknai peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sebagai momentum untuk mensyukuri berbagai keberkahan yang hadir di tengah masyarakat.

Pesan tersebut disampaikan Muhammad Idris Usman saat memberikan hikmah Maulid Nabi Muhammad SAW di MA Biharul Ulum Ma’arif, Lero B, Desa Wiringtasi, Kecamatan Suppa, Kabupaten Pinrang, Senin (28/9/2026).

Mengawali hikmahnya, ia mengutip QS. Al-Mujadilah ayat 11 tentang keutamaan orang-orang beriman dan berilmu. Ia juga mengutip sabda Rasulullah SAW bahwa beliau diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia.

Menurutnya, peringatan Maulid tidak semestinya berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum untuk mengingat keteladanan Rasulullah SAW dan mensyukuri berbagai nikmat yang diberikan Allah SWT.

Tiga Keberkahan yang Disoroti

Dalam hikmahnya, Muhammad Idris Usman menyampaikan sejumlah hal yang menurutnya patut disyukuri masyarakat Suppa, termasuk wilayah Lero.

Keberkahan pertama yang disampaikan adalah kehadiran Camat Suppa. Dengan gaya penyampaian yang diselingi humor, ia menyebut camat sebagai sosok yang “gagah dan tampan”.

“Kita orang Suppa termasuk Ujung Lero diberkahi karena diberikan seorang camat yang gagah dan tampan,” ujar Muhammad Idris Usman.

Pernyataan tersebut disambut tawa dan tepuk tangan jamaah, mencairkan suasana hikmah Maulid yang berlangsung hangat.

Keberkahan kedua yang disampaikan Muhammad Idris Usman adalah hadirnya sinergi tiga kepala desa dalam kegiatan tersebut. Ia menyebut kebersamaan para kepala desa itu sebagai bagian dari keberkahan yang dirasakan masyarakat.

“Three in one, tiga dalam satu paket,” ujar Muhammad Idris Usman.

Tiga kepala desa yang hadir yakni Kepala Desa Wiringtasi selaku sahibul wilayah, Kepala Desa Lero, dan Kepala Desa Ujung Labuang. Kehadiran ketiganya dalam satu kegiatan kemudian menjadi bagian dari penekanan Kakan Kemenag tentang pentingnya kebersamaan dan sinergi di tengah masyarakat.

Keberkahan ketiga yang disampaikan Kakan Kemenag berkaitan dengan hadirnya fasilitas pendidikan bagi keluarga besar MA Biharul Ulum Ma’arif.

Muhammad Idris Usman menggambarkan bangunan madrasah tersebut sebagai sebuah “istana” yang berdiri di tengah kawasan tersebut.

“Bapak ibu sekalian, di tengah hutan yang lebat ini berdiri sebuah istana yang sangat mewah. Saya berani katakan yang sangat mewah, karena gedung yang dibangun ini oleh PUPR untuk keluarga besar MA Biharul Ulum ini dananya kurang lebih Rp3 miliar,” ujarnya.

Ia kemudian berseloroh mengenai besarnya anggaran tersebut.

“Dananya kurang lebih Rp3 miliar. Tiga miliar itu sembilan nolnya. Kalau dibelikan kerupuk, itu banyak sekali,” ujar Muhammad Idris Usman, yang disambut tawa jamaah.

Menurutnya, berbagai keberkahan tersebut menjadi alasan bagi masyarakat untuk terus bersyukur kepada Allah SWT.

“Maka dari itu, bersyukurlah Bapak Ibu. Begitu banyaknya berkah yang diberikan Allah kepada kita,” ujarnya.

Muhammad Idris Usman kemudian mengingatkan jamaah bahwa jajaran Kemenag Pinrang telah beberapa kali berkunjung ke wilayah tersebut.

Ia juga menyinggung kunjungan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan, Dr. KH. Ali Yafid, beberapa bulan sebelumnya. Dalam kunjungan tersebut, Kakanwil Kemenag Sulsel hadir untuk meresmikan madrasah.

“Di Pinrang ini mungkin hanya 10 persen madrasah atau tempat yang dikunjungi oleh Pak Kakanwil, tapi berkah sekali lagi dari bumi Ujung Lero, pejabat orang nomor satu dari Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan pernah datang ke sini dan menikmati kulinernya orang Ujung Lero,” ujarnya.

Menutup hikmah Maulid, Muhammad Idris Usman mengutip pandangan Imam Jalaluddin As-Suyuthi tentang keberkahan dalam pergaulan.

Ia menyampaikan bahwa orang yang senang bergaul dan bertemu dengan orang-orang saleh serta orang-orang yang diberkahi Allah SWT diharapkan turut mendapatkan keberkahan.

Pesan tersebut menjadi penutup hikmah Maulid yang mengajak jamaah membangun hubungan dengan orang-orang baik dan menjadikan keteladanan Rasulullah SAW sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.

Kegiatan berjalan khidmat dan dihadiri jajaran Kemenag Pinrang, Forkopimca, Kepala KUA Suppa, Ketua MUI Suppa, para kepala desa, tokoh masyarakat, pengurus yayasan, orang tua wali, guru, serta keluarga besar MA Biharul Ulum Ma’arif.