Nene Mallomo atau dikenal dengan Sidenreng Rappang adalah daerah lumbung beras, lumbung ulama, dan lumbung penghafal Al-Quran. Daerah yang saat ini dipimpin oleh seorang anak muda yang sangat visioner, mudah bergaul dengan semua kalangan dan sangat mudah ditemui karena keramahannya, saya panggil beliau Dinda Syahar. 

Saya pernah bersama beliau di bawah didikan dan bimbingan seorang ulama besar dari Tanah Bugis, Al-Magfurlahu Anregurutta KH Abdul Rahman Ambo Dalle, di Pondok Pesantren DDI Kaballangan, Pinrang. Melalui tulisan singkat ini, izinkan saya memberikan kesaksian singkat tentang jejak Cinta di Bumi Nene Mallomo. Tulisan ini tentu tidak dapat mewakili perasaan dan apa yang saya rasakan, alami dan saksikan sendiri tentang SIDENRENG RAPPANG dan masyarakatnya.

Tidak ada kata yang paling tepat untuk menggambarkan Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) selain sebuah rumah yang hangat. Selama empat tahun sembilan bulan—sejak tahun 2021 hingga 2025—saya, Muhammad Idris Usman, diberikan amanah dan kehormatan luar biasa untuk mengabdi sebagai Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sidrap.

Waktu empat tahun sembilan bulan bukanlah durasi yang singkat, namun terasa begitu cepat berlalu karena setiap detiknya dipenuhi oleh kebaikan. Sejak hari pertama menginjakkan kaki di tanah ini, saya tidak pernah merasa sebagai seorang pendatang atau sekadar pejabat yang bertugas. Masyarakat Sidrap menyambut dan merangkul saya layaknya keluarga sendiri.

Keramahan dan kedermawanan masyarakat Sidrap bukan sekadar slogan, melainkan nadi yang mengalir dalam kehidupan sehari-hari. Budaya sipakario-rio (saling menggembirakan), sipatokkong (saling menopang), dan sipakalebbi (saling menghargai) benar-benar hidup di tengah warga. Kapan pun dan di mana pun, ketulusan senyum serta uluran tangan masyarakat selalu menyertai langkah tugas saya.

Kehangatan ini makin terasa lengkap dengan kepemimpinan dan kemitraan yang luar biasa. Dukungan penuh dari jajaran pemerintah daerah, khususnya dari Bupati Sidrap, Adinda Syaharuddin Alrif, bersama Wakil Bupati, Bunda Hj. Nurkanaah beserta jajarannya telah memberikan ruang gerak yang sangat luas bagi Kemenag Sidrap untuk bersinergi melayani umat. Begitu pula dengan keluarga besar Kemenag Sidrap—rekan-rekan kerja yang tanpa lelah membimbing, memfasilitasi, dan berjuang bersama demi menghadirkan pelayanan keagamaan yang sejuk dan menentramkan.

Sidrap adalah cermin dari negeri yang damai, sejahtera, dan bermartabat. Di tanah ini, saya menyaksikan bagaimana kedermawanan tidak hanya diukur dari harta, tetapi dari kelapangan hati masyarakatnya yang selalu siap membantu sesama.

Terima kasih yang mendalam saya haturkan untuk segenap masyarakat Sidrap, jajaran pemerintah daerah, serta seluruh keluarga besar Kementerian Agama Kabupaten Sidrap. Terima kasih telah memanusiakan saya, memfasilitasi tugas-tugas saya dengan sangat baik, dan menganggap saya sebagai bagian dari keluarga besar Bumi Nene Mallomo.

Meski masa tugas telah berganti, sebagian dari hati saya akan selalu tertinggal di Sidrap. Doa saya akan terus mengalir agar Kabupaten Sidrap senantiasa diberkahi, warganya selalu dalam lindungan Allah SWT, dan daerah ini tetap menjadi rumah yang damai, ramah, serta melimpah dengan kebaikan.