Makassar – Kepuasan terhadap penyelenggaraan ibadah haji 2026 mengemuka saat proses penerimaan jamaah Kloter 39 Debarkasi Makassar di Aula Arafah Asrama Haji Sudiang, Selasa (30/6/2026). Ratusan jamaah secara serempak menyatakan puas atas layanan yang mereka terima sepanjang pelaksanaan ibadah haji.

Momen tersebut terjadi ketika Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi-Debarkasi Makassar, H. Ikbal Ismail, meminta penilaian langsung dari para jamaah mengenai pelayanan haji tahun ini.

"Apakah Bapak dan Ibu puas dengan pelayanan haji tahun ini?" tanya Ikbal.

Pertanyaan itu langsung dijawab serempak oleh seluruh jamaah dengan teriakan, "Puas...!" Suara mereka menggema di Aula Arafah dan disambut tepuk tangan para tamu yang hadir.

Berdasarkan keterangan resmi Kementerian Haji, Kloter 39 mendarat di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin pada pukul 11.46 WITA. Rombongan membawa 393 jamaah dan petugas yang berasal dari Sulawesi Tenggara, Kabupaten Bulukumba, Wajo, Pinrang, Bone, serta Kota Makassar.

Dalam sambutannya, Ikbal menyampaikan apresiasi atas kerja sama seluruh pihak selama penyelenggaraan ibadah haji. Ia juga menyampaikan permohonan maaf apabila masih terdapat pelayanan yang belum sepenuhnya memenuhi harapan jamaah.

"Atas nama Pemerintah Republik Indonesia, PPIH Embarkasi-Debarkasi Makassar, PPIH Arab Saudi, dan pemerintah daerah, kami memohon maaf apabila masih ada pelayanan yang belum memenuhi harapan. Masukan dari jamaah akan menjadi bahan evaluasi untuk terus meningkatkan kualitas layanan haji ke depan," katanya.

Ikbal menambahkan, pembentukan Kementerian Haji menjadi bagian dari komitmen pemerintah untuk menghadirkan tata kelola penyelenggaraan ibadah haji yang lebih fokus dan profesional. Menurutnya, berbagai pembaruan layanan terus dilakukan, mulai dari tahap persiapan keberangkatan hingga proses pemulangan jamaah ke Indonesia.

"Pemerintah ingin urusan haji ditangani secara lebih fokus. Dengan adanya Kementerian Haji, peningkatan kualitas layanan kepada jamaah dapat dilakukan secara lebih optimal, mulai dari persiapan keberangkatan, pelayanan di Tanah Suci, hingga pemulangan ke Tanah Air. Berbagai inovasi seperti kartu Nusuk, layanan fast track, serta penyempurnaan pelayanan lainnya merupakan bagian dari upaya tersebut," jelasnya.

Di hadapan para jamaah, Ikbal juga mengingatkan bahwa kemabruran haji harus tercermin dalam perilaku setelah kembali ke tengah masyarakat.

"Haji mabrur ditandai dengan semakin gemar bersedekah, senang menebarkan kebaikan, dan menghadirkan kedamaian di tengah masyarakat. Itulah kemabruran yang harus dijaga sepanjang hayat," pesannya.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Bupati Bulukumba H. Andi Edy Manaf mengaku selalu merasakan kebahagiaan setiap menyambut kepulangan jamaah haji. Menurutnya, keberkahan yang dibawa pulang para tamu Allah jauh lebih berharga daripada buah tangan dari Tanah Suci.

"Yang kami nantikan bukan oleh-oleh dari Tanah Suci, melainkan keberkahan yang dibawa pulang para jamaah. Bersalaman dengan tamu Allah selalu menghadirkan kebahagiaan tersendiri bagi kami," ungkapnya.

Andi Edy menilai ibadah haji merupakan perjalanan spiritual yang membentuk karakter, mengajarkan kesabaran, serta pengorbanan. Karena itu, ia berharap seluruh jamaah mampu mempertahankan akhlak dan kebiasaan baik yang diperoleh selama berada di Tanah Suci.

"Hakikat haji adalah perubahan diri. Perubahan perilaku, tutur kata, dan akhlak. Apa yang telah dibiasakan di Tanah Suci hendaknya menjadi kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari. Semoga seluruh jamaah menjadi haji yang mabrur dan membawa keberkahan bagi keluarga serta masyarakat," katanya.

Prosesi serah terima jamaah turut dihadiri Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji Provinsi Sulawesi Tenggara, H. Muhammad Lalanjaya, para Kepala Kantor Kementerian Haji kabupaten/kota asal jamaah, serta sejumlah pejabat pemerintah daerah. (****)