PAREPARE – Suasana akrab kembali mewarnai pertemuan Rombongan Jamaah Umrah Bus 4 Zakiah Dina Tayyibah Tahun 2024. Para jamaah berkumpul dalam agenda arisan di Cafe Bento, Sabtu (17/10/2026).

Pertemuan tersebut bukan sekadar agenda rutin. Di tengah santap bersama, obrolan ringan, canda, dan sesi foto, para jamaah kembali merawat tali silaturahmi yang telah terbangun sejak perjalanan umrah pada 2024.

Suasana semakin berkesan dengan latar kawasan pelabuhan dan kapal yang tampak di belakang lokasi pertemuan. Sejumlah momen kebersamaan pun diabadikan dalam foto, menghadirkan suasana hangat sekaligus menyimpan cerita tersendiri bagi para jamaah.

Bagi mereka, perjalanan umrah yang telah berlalu masih menjadi kenangan yang menyatukan. Pertemuan seperti ini menjadi ruang untuk kembali bertemu, berbagi cerita, dan menjaga hubungan yang terjalin selama perjalanan ibadah.

Arisan Menyisakan Dua Pertemuan

Rangkaian arisan Jamaah Bus 4 Zakiah Dina Tayyibah saat ini masih menyisakan dua pertemuan. Meski demikian, berakhirnya rangkaian arisan tersebut diharapkan tidak menjadi akhir dari kebersamaan para jamaah.

Justru muncul harapan agar arisan umrah dapat kembali dilanjutkan. Tujuannya agar para jamaah memiliki kesempatan untuk kembali menjaga kebersamaan dan suatu saat dapat berangkat menunaikan ibadah umrah secara bersama-sama.

“Mau lanjut arisan umrah, biar bersamaan lagi berangkat 🤲🥰,” ujar Ifah Mukrimah, istri pembimbing Jamaah Bus 4, Ustaz Yusuf.

Harapan tersebut menunjukkan bahwa yang ingin dipertahankan bukan hanya kegiatan arisan, tetapi juga persaudaraan yang lahir dari perjalanan ibadah bersama.

Kenangan selama perjalanan umrah 2024 menjadi modal penting untuk terus menjaga komunikasi. Grup WhatsApp jamaah juga diharapkan tetap menjadi ruang untuk saling berbagi kabar, berkomunikasi, dan merencanakan pertemuan-pertemuan berikutnya.

Dari Kenangan Menuju Harapan Baru

Pertemuan di Cafe Bento menjadi salah satu bukti bahwa perjalanan umrah tidak berhenti ketika jamaah kembali ke tanah air. Ada persahabatan yang terus tumbuh, silaturahmi yang tetap dijaga, serta harapan untuk kembali mengulang kebersamaan dalam perjalanan berikutnya.

Kapal yang terlihat di balik sejumlah foto kebersamaan malam itu seolah menjadi latar bagi sebuah harapan: perjalanan boleh telah berlalu, tetapi keinginan untuk kembali berangkat bersama tetap ada.

Bagi Jamaah Bus 4 Zakiah Dina Tayyibah, kenangan umrah 2024 bukan sekadar cerita masa lalu. Kenangan itu terus menjadi pengikat yang mempertemukan mereka, menjaga komunikasi, dan menumbuhkan harapan untuk kembali bersama dalam perjalanan ibadah berikutnya.