PAREPARE — Momentum Hari Khidmat Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia menjadi refleksi bagi para pelaku layanan haji dan umrah untuk terus memperkuat kualitas pelayanan kepada jemaah.
Direktur Utama Zakiah Travel sekaligus Ketua Yayasan KBIHU Zakiah Berkah Tayyibah, HJ. Erna Durahman, menilai pelayanan kepada jemaah haji dan umrah bukan sekadar pelaksanaan tugas, tetapi merupakan bentuk pengabdian, amanah, dan tanggung jawab untuk memberikan pelayanan terbaik kepada para tamu Allah.
“Momentum Hari Khidmat menjadi pengingat bahwa melayani jemaah haji dan umrah bukan sekadar menjalankan tugas, tetapi juga merupakan bentuk pengabdian, amanah, dan tanggung jawab mulia dalam memberikan pelayanan terbaik kepada para tamu Allah,” ujar Erna.
Pesan tersebut disampaikan di tengah kiprah Zakiah Travel dalam pelayanan perjalanan ibadah. PT Zakiah Dina Tayyibah tercatat telah beroperasi sejak 2008 dan memiliki izin sebagai Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) sejak 2014.
Dalam perkembangannya, perusahaan tersebut juga tercatat melayani jemaah pada 2026. Pada 3 April 2026, sebanyak 49 jemaah umrah Zakiah Dina Tayyibah kembali ke Parepare setelah menjalankan rangkaian ibadah umrah di Tanah Suci.
Dorong Sinergi Pemerintah, Travel dan KBIHU
Erna menilai peningkatan kualitas pelayanan jemaah membutuhkan sinergi berbagai pihak yang terlibat dalam ekosistem haji dan umrah.
Ia mendorong pemerintah, penyelenggara perjalanan, KBIHU, para pembimbing, serta seluruh pihak terkait untuk terus memperkuat kerja sama dalam memberikan pelayanan kepada jemaah.
“Dengan semangat amanah, profesional, dan sepenuh hati, semoga sinergi antara pemerintah, penyelenggara perjalanan, KBIHU, para pembimbing, serta seluruh pihak yang terlibat semakin kuat dalam mewujudkan pelayanan haji dan umrah yang lebih baik, tertib, nyaman, dan penuh keberkahan,” harapnya.
Menurut Erna, semangat pelayanan perlu ditempatkan sebagai bagian utama dalam menjalankan tanggung jawab terhadap jemaah. Pelayanan tidak hanya berkaitan dengan proses perjalanan, tetapi juga menyangkut pendampingan dan perhatian terhadap kebutuhan jemaah.
Sebagai bagian dari ekosistem tersebut, keberadaan travel dan KBIHU memiliki peran dalam mendampingi jemaah sejak persiapan hingga pelaksanaan ibadah. Karena itu, koordinasi dan sinergi dengan pemerintah serta para pembimbing dinilai penting untuk terus diperkuat.
Hari Khidmat Jadi Momentum Evaluasi Pelayanan
Momentum Hari Khidmat diharapkan tidak berhenti pada peringatan seremonial, tetapi menjadi pengingat bagi seluruh pihak yang terlibat dalam pelayanan haji dan umrah untuk terus melakukan evaluasi dan perbaikan.
Bagi Erna, semangat amanah dan profesional perlu berjalan beriringan dengan pelayanan yang dilakukan dengan sepenuh hati.
Melalui penguatan sinergi tersebut, ia berharap pelayanan kepada jemaah haji dan umrah ke depan semakin baik, tertib, nyaman, serta memberikan keberkahan bagi seluruh pihak yang terlibat.
